+10 344 123 64 77

Depan

LAPORAN BACAAN
FREE INDEED ( SUNGGUH BEBAS )




DISUSUN OLEH:

NAMA                                       : Destari Hulu
NIM                                  : 1007091683
JUMLAH HALAMAN     : 1 – 197
PENGARANG BUKU     : DR. ROBERT RAMPEN




SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BINA MUDA WIRAWAN INDONESIA
BANTEN
2010







ALKITAB


A. ALKITAB IBRANI ( YAHUDI )
           
Adalah melalui Alkitab Ibrani orang Yahudi, Perjanjian Lama, kita mengenal tentang keberadaan manusia diatas bumi dan kehadirannya ini merupakan gagassan Allah. Manusia hadir bukan secara kebetulan, tetapi Allah telah merancangkannya. Allah menciptakan bukan hanya manusia, tetapi juga seluruh jagad raya ( Kej. 1 ).
            Alkitab Ibrani merupakan Wahyu Allah. Alkitab ini terdiri dari 3 kategori: Taurat, Kitab Nabi-nabi, dan Tulisan-tulisan. Taurat , juga disebut “ Kitab-kitab Musa atau Pentateuch,” terdiri dari lima buku: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Kitab Nabi-nabi terdiri dari Yosua, Hakim-hakim, 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-raja, Yesaya ,Yeremia, Yehezkiel, Hosea ,Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zkharia, dan Maleakhi. Tulisan-tulisan terdiri dari Mazmur, Amsal, Ayub, Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, dan 1 dan 2 Tawarikh.
            Perjanjian Lama menerangkan tentang:
v Allah yang sudah ada sebelum ada apa-apa.
v Sang Pencipta, bukan yang diciptakan / sebuah ciptaan
v Bagaimana Allah menciptakan alam semesta, dan manusia menurut gambar-Nya.
v Kejatuhan manusia ke dalam dosa karena tidak taat kepada perintah Allah untuk tidak makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
v Ciri kehidupan manusia berdosa, khususnya umat Yahudi.
v Allah yang setia yang mengasihi manusia yang tidak setia.
v Janji Allah untuk membebaskan manusia berdosa dari dosa dan kuasa dosa melalui Juruselamat, Yesus Kristus sang Mesias.
v Janji Allah untuk mengadakan Perjanjian Baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, kendati Perjanjian Lama telah mereka ingkari.
Dunia berhutang kepada kepada umat Yahudi atas Alkitab Ibrani yang sangat berharga ini, yang memang diperuntukan bagi mereka terlebih dahulu, tetapi kemudian, juga bagi seluruh dunia.
Orang Kristen menyebut Alkitab Ibrani itu Perjanjian Lama ( PL ).Alkitab orang Kristen terdiri dari dua kumpulan buku,yang disebut Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru,( PB ).Isi dari kumpulan yang pertama atau perjanjian lama sama dengan Alkitab Perjanjian Lama orang Yahudi.Seorang Kristen adalah pengikut Kristus dan karena itu Ia seorang murid dari Kristus.

 B. PERJANJIAN BARU

Perjanjian Baru terdiri dari empat kelompok: Kitab-kitab Injil, kisah para rasul,surat-surat yang ditulis oleh para rasul dan murid-murid dan Wahyu. Kitab-kitab Injil terdiri dari Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.Surat-surat yang ditulis oleh para rasul terdiri dari kitab Roma, I dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I dan 2 Tesalonika, I dan 2 Timotius,  Titus, Filemon, Ibrani, Yakobus, I dan 2 Petrus, I, 2 dan 3 Yohanes dan Yudas.
            Perjanjian Baru menerangkan tentang:
*      Penggenapan janji Allah didalam Perjanjian Lama serta perjanjian Baru yang dijanjikan
*      Yesus Kristus sebagai perjanjian baru
*      Injil, yaitu keselamatan dari dosa, bagi orang Yahudi dan dunia.
*      Pengajaran Yesus Kristus mengenai “ hidup yang kekal”
*      Hidup yang baru bagi manusia baru yang telah dibebaskan dari dosa
*      Kehancuran iblis dan segala perbuatannya
*      Hari-hari terahkir dan hari penghakiman
*      Pernyataan dan kedatangn Yesus yang kedua

Perjanjian  Baru merupakan penggenapan dan kelengkapan dari Perjanjian Lama.Yesus Kristus yang adalah Perjanjian Baru, tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya ( Mat 5:17 ).Sesuai dengan itu,banyak ayat didalam Perjanjian Baru membuktikan akan penggenapan janji-janji didalam Perjanjian Lama.( Mat 1:22,2:4-6,15,17,23,3:1-3,4:1-10; dll).

Untuk meringkas seluruh Alkitab ( PL dan PB ). Tujuannya adalah membantu manusia.
*      Untuk mengenal Allah, yaitu sebatas Ia menyatakan diriNya ( PL )
*      Untuk mengetahui kematian manusia karena tidak taat kepada perintah Allah ( PL ).
*      Untuk mengenal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat bagi manusia dari dosa dan kuasa dosa.( PL dan PB )
*      Mengerti keadaan manusia baru  sebagai ciptaan baru,yang lahir dari Roh Kudus.( PB)
*      Melihat manusia baru yang ideal mengabarkan Injil keujung dunia ( PB )
Bila kita meringkas Alkitab menjadi satu kalimat, maka kitaakan memperoleh pernyataan ini: “ Allah adalah kasih “. Dan bila kita harus menyebutkan Alkitab dengan satu kata saja, maka kata tersebut adalah kasih. Alkitab merupakan surat cinta Allah kepada manusia berdosa. Alkitab mengungkapkan kasih Allah kepada manusia.

Alkitab menyatakan “Allah adalah kasih” bila kita harus  menyebutkan Alkitab dengan satu kata saja,maka kata tersebut adalah : “ kasih “ Alkitab merupakan surat cinta Allah kepada manusia berdosa.Alkitab mengungkapkan kasih Allah kepada manusia.
            Pernyataan: “ Allah adalah Kasih “ merupakan hati dari Alkitab  hanya kasih Allah yang membawa penghakiman-Nya kepada manusia.Kasih adalah satu-satunya sifat Allah dan alasan Allah dalam berperkara dengan manusia. Segala firman, perintah, perjanjian, hukum, peringatan,penghakiman dan hukuman Allah berdasarkan atas kasih-Nya,yang tanpa syarat dan kekal. Bila kita mengenal Allah dari perspektif  ini,kita harus menyadari bahwa kita memiliki  Allah yang pengasih dan bukan Allah yang kasar. Kita harus membaca Alkitab dari sudut pandang kasih  Allah, atau kita akan menyalahartikan Alkitab. Alkitab menyatakan bahwa Allah telah ada sebelum ada sesuatu. Ia ada sebelum Alkitab, tetapi menggunakan Alkitab agar manusia mengenal Dia.
            Pada awal zaman Perjanjian Baru, Yesus dan murid-murid-Nya mengabarkan Injil kepada orang  Israel dari Alkitab Ibrani. Semua ayat yang dikutip Yesus dan murid-murid-Nya berasal dari kitab Perjanjian Lama. Alkitab pada zaman Yesus adalah Alkitab Ibrani dan Alkitab Ibrani ini memberitakan kabar baik,yaitu kedatangan dan penggenapan dari Perjanjian Baru yang dinubuatkan  Yeremia, Yehezkiel,dan nabi-nabi yang lain. Perjanjian Baru ini adalah Yesus Kristus sendiri. Yesus memang datang untuk membebaskan, tetapi dari dosa dan kuasa dosa, seperti dinubuatkan dengan jelas didalam kitab Yeremia 31,Yehezkiel 36 dan kitab-kitab lain.Dalam hidup orang Kristen zaman sekarang ini tetap berpegang pada persepsi mereka dan bukan Allah. Maka dari itu pembaca Alkitab harus mengetahui bahwa semua yang ada tertulis didalam Alkitab  mempunyai satu maksud atau arti. Sebab tujuan kehadiran firman Allah adalah untuk menjelaskan masalah dan memecahkan persoalan bukan untuk membingungkan pembacanya.

 C. PARA PENULIS ALKITAB

Alkitab menyaksikan bahwa Allah sendiri yang telah menulis Alkitab:
*      Kedua loh itu adalah pekerjaan Allah, dan tulisan itu adalah tulisan Allah, digoreskan pada loh-loh itu.( keluaran 32:16 )
*      Dan Tuhan berfirman kepada Musa “ potonglah loh batu seperti yang pertama,dan Aku akan menulis pada dua loh ini segala firman yang ada pada loh-loh pertama yang telah kau pecahkan ( Keluaran 34:1 )
Disamping itu , Alkitab menyaksikan bahwa manusia juga menulis bagian-bagian Alkitab ( 2 Tim. 3 : 16a dan 2 Pet. 1: 21 ). Alkitab ada karena Allah, bukan Allah ada karena Alkitab. Allah ada sebelum Alkitab ada.
D. WIBAWA ALKITAB
            Tidak ada ruang untuk berdebat dalam hal ini, karena Allah adalah kebenaran, kebenaran satu-satunya, maka jelaslah bahwa Alkitab adalah kebenaran.
            Sebuah kesimpulan yang dapat kita ambil mengenai Alkitab ialah bahwa Alkitab adalah standar kebenaran. Kalau ada sesuatu yang perlu dinilai apakah benar atau tepat, bandingkanlah hal tersebut dengan Alkitab, yang adalah standar kebenaran.
            Kebenaran Alkitab tidak tunduk kepada penilaian / persepsi manusia, Alkitab juga tidak bergantung pada kepercayaan / ketidakpercayaan manusia.
            Karena Alkitabiah adalah rohani, maka manusia hanya dapat menghampiri, membaca dan mengerti Alkitab dengan dimensi rohaninya, bukan dengan jiwanya, yang adalah bagian dari dimensi jiwa. Di dalam dimensi rohani, manusialah terletak rohnya, hatimya, dan imannya.
            Alkitab itu bersifat rohani  ( 7:14 ) , berasal dari Allah yang adalah Roh. Alkitab menjelaskan bahwa manusia juga memiliki roh. Hal ini membedakan manusia dn binatang, yang hanya memiliki tubuh dan jiwa, dan dari tumbuhan yang hanya memiliki tubuh. Manusia dan binatang berbeda satu dengan yang lain.
            Apabila manusia percaya pada Alkitab, Allah merubah karakternya. Tetapi bila manusia mempelajari Alkitab tanpa percaya kepada Allah, ia sendiri dapat belajar untuk merubah sikap atau kebiasaannya, tetapi ia tidak dapat merubah karakternya.
            Allah memberikan Alkitab bagi manusia untuk dipercaya. Hanya apabila orang percaya, maka ia akan mengerti. Manusia berkata” Melihat adalah percaya,” tetapi Yesus berkata,” Percaya adalah melihat.”
            Sebagai standar kebenaran, maka Alkitab berdiri di atas nalar, logika, dan panca-indera manusia. Karena itu, Alkitab membuat manusia lebih mudah menjernihkan hal-hal yang dia ragukan, hal-hal yang memerlukan kepastian, apakah itu tepat, benar, atau palsu, tidak tepat dan tidak benar. Alkitab ada sebelum manusia ada.
           Firman Allah merupakan alat-Nya untuk menghubungkan dengan manusia. Ketika manusia membaca Alkitab, Allah berbicara kepadanya. Kalau Allah berbicara kepada manusia, manusia harus mendengarkan dengan hatinya. Apabila ia hanya  mendengarkan dengan telinganya , maka pesan-Nya akan masuk ke telinga kiri dan keluar dari telinga kanan, dengan menyisakan sedikit di otak.
            Allah berbicara tentang kehidupan yang berkelimpahan dan kebahagiaan yang abadi baik ketika masih di bumi maupun di surga. Sperti disebutkan sebelumnya, Alkitab merupakan satu-satunya petunjuk bagi manusia untuk mengenal dirinya sendiri. Namun demikian, bagi manusia untuk mengenal dirinya, ia harus terlebih dahulu mengenal Allah dan percaya kepada-Nya

ALLAH

Seperti telah disebut sebelumnya, Alkitab berasal dari Allah. ia menggunakan Alkitab untuk menyatakan Diri-Nya. Tidak setiap orang lahir dengan kecerdasan, atau emosi, atau nalar, atau logika, atau panca- indera yang baik.
A. IMAN
            Karena iman berhubungan dengan Allah, maka pengertian yang muncul dari iman ini berasal dari Allah. Pemahaman seorang percaya tentang Alkitab berbeda dengan seorang yang tidak percaya.
B. KEBERADAAN ALLAH
            Bukti keberadaan-Nya adalah Alkitab yang Allah secara pribadi telah sediakan.Keberadaan Allah tidak tergantung pada kepercayaan, ketidakpercayaan, pengetahuan, kecerdasan, emosi, perasaan, pengertian,analisa, evaluasi, atau penemuan manusia.
            Allah tidak terbatas, jadi janganlah pernah berusaha membuat sebuah batasan tentang Dia. Manusia begitu terbatas dibandingkan dengan Allah, inilah sebabnya Allah hanya minta agar manusia percaya saja kepada-Nya. Ruang dan waktu tidak mengikat Allah. Allah hanya mengenal satu waktu, yaitu waktu kini. Dia kekal abadi.
            Manusia tidak mampu mengenal Allah diluar apa yang telah diterangkan Alkitab tentang Dia. Walaupun demikian, apa yang Allah telah nyatakan tentang Diri-Nya melalui Alkitab, dianggap-Nya lebih dari cukup bagi manusia untuk dapat mengenal-Nya.
C. ALLAH DI DALAM PERJANJIAN LAMA
1. Ehyeh Asher Ehyeh ( Ibrani, Kel. 3:14 ) diterjemahkan dalam bahsa Inggris: I Am Who I Am ( Aku adalah Aku ).
2. Elohim ( Ibrani, Kej. 1: , dll ).
      Nama Allah dalam Kejadian 1:1 dan banyak ayat-ayat lain adalah Elohim. Kata Ibrani ini berbentuk jamak ( berakhiran-im ), tetapi juga dipakai sebagai bentuk tunggal, mempunyai arti” Allah yang Satu yang Maha tinggi”.
3. YHWH ( Ibrani, Kej. 2:4,dll )
      Ditulis sebagai Yahweh / Jehovah, diterjemahkan sebagai TUHAN yang artinya majikan, penguasa, kepala, pemimpin yang tertinggi dan berkuasa, dan paling mulia.nama YHWH sangat keramat bagi orang Yahudi.

Berikut adalah beberapa ayat dari Perjanjian Lama yang menerangkan / menguraikan mengenai Allah, keberadaan-Nya, sifat-Nya, dan watak-Nya:
Ø Hanya dengan berfirman, Allah telah menjadikan segalanya ( Yoh. 1:1-3; Ibr. 11:3; Kej. 1:3 )
Ø Allah melihat hati manusia ( Maz. 44:22; 1 Sam. 16;7 )
Ø Allah dapat memakai kejahatan untuk kebaikan ( Kej. 50:20 )
Ø Allah mengingatkan manusia bahwa Ia yang membuat manusia ( kel. 4:11 )
Ø Allah melakukan sesuatu dan segala sesuatu bagi manusia agar manusia mengetahui bahwa Dia saja yang adalah Allah ( Kel. 6:6; Yeh. 23-37; dll )
Ø Kasih merupakan dasar dari perintah Allah perihal hubungan dengan manusia dengan sesamanya ( Im. 19:18 )
Ø Allah adalah kasih ( Ul. 7:7-8; Yer. 31:3; Kel. 34:6; Bil. 14 : 18; Maz. 25:10; 136; Rat. 2:22-23; Yun.4:6 )
Ø Allah menaruh hikmat-Nya di dalam hati manusia ( Maz. 111:10;Ams.1:7; 1 Raj.10:24 )
Ø Allah dapat memakai orang tidak percaya untuk menggenapkan firman-Nya ( Ezr. 1:1 )
Ø Kuasa Ibils dibatasi oleh Allah ( Ay. 1-2 )
Ø Allah menjanjikan sebuah Perjanjian Baru ( Yer. 31:31-34; Yeh.36:26-27 )
Ø Allah tidak tunduk kepada pertimbangan manusia ( Yes. 40:13-14 )
Menilik kepada ayat-ayat dari Perjanjian Lama tentang Allah, kita dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Allah sudah ada sebelum ada sesuatu
2. Allah pencipta dari segala sesuatu
3. Allah tidak diciptakan
4. Hanya ada satu Allah
5 Allah mahakuasa
6. Allah mahatahu
7. Allah mahahadir
8. Allah mahakasih
9. Allah ingin manusia mengenal-Nya tepat sebagaimana Dia ada.

D. ALLAH DI DALAM PERJANJIAN BARU
            Kalau bahasa asli dari Perjanjian Lama adalah bahasa Ibrani, maka Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.
            Dibawah ini adalah nama-nama Allah di dalam Perjanjian Baru:
1. Theos ( Yoh. 1:1; dll ), yang berarti Allah
2. Kurios ( Mrk. 5:19; dll), yang berarti TUHAN
3. Pater ( Mat. 5:16; dll ), yang berarti Bapa
4. Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, Yang Maha Kuasa ( why. 1:8 ). Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang , ( Why. 1:4 ). Dia adalah Aku Ada ).
            Berikut adalah beberapa ayat dari kitab Perjanjian Baru yang menerangkan / menguraikan Allah, keberadaaan-Nya, sifat dasar-Nya, dan karakter-Nya:
1.Bapa telah menyerahkan semuanya kepada Yesus ( Mat. 11:27; Mat. 28:18 )
2. Firman itu adalah Allah dan menjadi manusia ( Yoh. 1:1-2; Yoh. 1:14 )
3. Yesus Kristus yang menyatakan Allah yang tidak kelihatan; dan gambar Allah yang tidak kelihatan adalah Yesus ( Yoh. 1:18; Kol. 1:15 )
4. Allah mengasihi dunia lebih daripada Anak-Nya yang tunggal ( Yoh. 3:16; Rm 8:32; Yoh 6:40 )
5. Allah itu Roh ( Yoh 4:24 )
6. Allah ada di dalam Yesus dan Ia melakukan pekerjaan-Nya melaui Yesus Kristus ( Yoh. 10:37-38 ).
7. Allah  mengasihi siapa yang mengasihi Yesus dan yang menuruti firman-Nya yang berasal dari Allah ( Yoh. 14:23-24 )
8. Allah mencurahkan karunia Roh Kudus atas orang  bukan Yahudi ( Kis. 10:45; Kis. 10:34-35 ).
9. Allah Roh Kudus mulia secara menonjol berperan sejak itu ( Kis. 13:2, dst. )
10. Kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya adalah Injil ( Rm. 1:16 )
11. Kebenaran Allah adalah Injil Kistus ( Rm. 1:17 )
12. Allah melepaskan manusia dari tubuh mautnya melalui Yesus Kristus ( 1 Kor. 3:16; 1 Kor. 6:19 )
13. Semua orang yang telah dipilih Allah dari semua tlah ditentukan-Nya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, dan Ia membenarkan dan memuliakan mereka ( Rm. 8:29-30 )
14. Allah diluar akal manusia ( Rm. 1:33-36 )
15. Yesus Kristus merupakan wujud kekuatan dan hikmat Allah ( 1 Kor. 1:24 )
16. Yesus Kristus mencerminkan gambar Allah ( Kol. 2:9; Ibr. 1:24 )
17. Allah meneguhkan orang di dalam Kristus, mengurapi dia, memeteraikan dia, dan memberikan dia Roh Kudus di dalam hatinya sebagai jaminan ( 2 Kor. 1:21-22 )
18. Allah juga menciptakan manusia untuk melakukan pekerjaan baik ( Ef. 2:10 )
19. Allah setia dan Ia tidak menyangkal Diri-Nya ( 2 Tim. 2:13 )
20. Allah menghukum demi kebaikan orang yang dikasihi-Nya ( Ibr. 12:5-6 )
21. Allah menetapkan pemerintah-pemerintah yang ada di dunia; karena itu manusia harus tunduk kepada pemerintah-pemerintah ini ( Rm. 13:1-2 )
22. Allah adalah kasih ( 1 Yoh. 4:8; 1 Yoh. 4:16 )
           
            Dari kutipan-kutipan Perjanjian Baru, kita dapat meringkaskan  keberadaan dan karakter Allah, yaitu:
1. Allah maha di dalam segala hal.
2. Allah adalah Penguasa.
3. Allah adalah sang Bapa.
4. Allah adalah Sang Firman.
5. Allah adalah Roh.
6. Allah dapat dilihat melalui Yesus Kristus.
7. Yesus Kristus adalah Allah
8. Allah Roh ( Roh Kudus ) tinggal di dalam seorang percaya
9. Allah adalah kasih.
  
            Inti yang utama dari Allah adalah kasih. Manusia harus mengenal Allah pertama-tama dari segi ini, maka persepsinya mengenai Allah akan tepat.
            Perjanjian Baru sering menggunakan kata “ Bapa  “, untuk memperkenalkan Allah. kendati juga umum di dalam Perjanjian Lama, kata ini menegaskan hubungan karib antara Allah dengan manusia. Allah ingin mempunyai hubungan “bapa-anak”  dengan manusia ( Rm. 8:14-16 ).

Bagaimana kita membuktikan kebenaran bahwa seseorang mengenal Allah ?
           
Pertanyaan di atas kita harus menjawab dengan hikmat dari Allah, serta kita mengutip dari ayat-ayat ini, yaitu 1 Yoh.2:3-4 dan 1 Yoh. 4:7-8, dll. Kedua kelompok ayat tersebut dengan jelas memperlihatkan apa yang dimaksud oleh Alkitab mengenai “ mengenal Allah “ yaitu meliputi menuruti perintah-perintah-Nya dan tidak mengasihi orang lain, ia tidak berhak menyatakan bahwa ia mengenal Allah.

MANUSIA PERTAMA


Setelah Ia menciptakan seluruh jagad raya dan segala isinya, maka Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan-Nya yang terakhir ( Kej. 1:31a ). Segala ciptaan Allah yang “ baik “ “ menjadi “ sungguh amat baik “ dengan kehadiran manusia “
1. ASAL –USUL MANUSIA
a. Kehadiran manusia adalah rencana Allah ( Kej. 1:26-27 )
b. Allah sendiri telah menciptakan manusia, laki-laki dan permepuan ( Kej. 1;27 ).
c.Allah secara pribadi menjadikan manusia ( Kej. 2:7 )
d. Allah membangun perempuan dari rusuk laki-laki ( Kej. 2:21-22 )
e. Nama perempuan pertama ialah Hawa ( Kej. 3:20 )
f. Nama manusia pertama ialah Adam ( Kej. 5:1 )
g. binatang tidak sepadan dengan manusia ( Kej. 2:20 ).
h. Manusia dan istimewa telanjang , tanpa perasaan yang tidak senonoh ( Kej. 2:25 )



2. MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA ?
   a. Agar manusia berkuasa atas atas segala ciptaan Allah dan makhluk di bumi ( Kej. 1:28 )
b. Agar manusia diberkati oleh Allah, beranak cucu dan bertambah banyak, memenuhi bumi dan menaklukkannya ( Kej. 1:28 )
c. Agar manusia mengusahakan dan memelihara lingkungan ( Kej. 2:15 )
d. Agar manusia memberi nama kepada tiap-tiap makhluk yang hidup ( Kej. 2:19-20 ).

Dari ayat-ayat tersebut diatas mengenai kejadian manusia dan tujuan manusia diciptakan ke dalam dunia, kita dapat meringkaskan beberapa hal yang penting dan manarik:
1. Kehadiran manusia merupakan kehendak Allah.
2. Allah menghadirkan manusia dengan tujuan
3. Allah menciptakan manusia yang diciptakan-Nya
4. Allah memberkati manusia yang diciptakan-Nya
5. Allah melihat segala ciptaaan-Nya , sesungguhnya amat baik.
6. Segala ciptaan Allah dan makhluk ciptaan-Nya diberikan kepada manusia
7. Binatang tidak sepadan dengan manusia
8. Manusia diberikan kehidupan seks
9.Manusia diberikan makan.
10. Manusia diberikan pekerjaan
11. Manusia diberikan kuasa.

3. KEJATUHAN MANUSIA
a. Allah menyediakan makanan bagi manusia ( Kej. 1:29 )
b. Allah memberikan manusia sebuah perintah ( Kej. 2:16-17 )
   Manusia diberi kelimpahan dan bermacam buah untuk dimakan setiap waktu, hanya satu buah yang dilarang untuk dimakan, buah pengetahuan tantang yang baik dan yang jahat.
c. Manusia dan ular
   Hawa diperhadapkan dengan dua pernyataan yang bertentangan mengenai pohon itu. Allah mengatakan bahwa manusia pastilah mati apabila ia makan dari buah itu, tetapi ular mengatakan bahwa manusia pastilah tidak mati. ( Kej. 3:6 ).
d. Mata mereka terbuka
   Ada sebuah akibat yang mengikuti manusia setelah ia dan istrinya makan dari buah tersebut, mata mereka menjadi terbuka ( Kej. 3:7a ). Sejak itu manusia hidup di dalam dosa, lebih lagi, manusia bukan hanya mengalami transformasi persepsi melainkan transformasi pikiran atau dalam bahasa sehari-hari, perubahan cara berpikir.
e. Mereka tahu bahwa mereka telanjang ( Kej. 3:7 )
f. Mereka menyembunyikan diri dari hadirat Tuhan Allah karena mereka menjadi takut terhadap-Nya ( Kej. 3:8 ; Kej. 3:10 )
g. Manusia mempersalahkan perempuan yang Allah berikan kepadanya ( Kej. 3:12 )
h. Perempuan mempersalahkan ular (Kej. 3:13 )
i. Perempuan akan melahirkan dengan kesakitan ( Kej. 3:16a )
j. Istri akan birahi kepada suaminya, dan suami akan berkuasa atas istri  ( Kej. 3:16a )
k.Allah mengutuk tanah, dengan demikian manusia akan dengan berpeluh mencari makanannya ( Kej. 3:17-19 ).

4. PENEBUSAN DINUBUATKAN
a. Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan istrinya, dan mengenakannya kepada mereka ( Kej. 3:21 )
b. Allah mengusir manusia dan istrinya keluar dari taman Eden untuk menjauhkan mereka dari pohon kehidupan ( Kej. 3:22-23 ).
c. Allah mengutuk ular ( Kej. 3:14 )
e. Allah mengadakan permusuhan antara ular dengan perempuan (Kej. 3:15 )
                     Ayat ini merupakan Injil atau berita baik yang pertama bagi manusia yang jatuh ke dalam dosa. Benih dari perempuan  bukan dari laki-laki, yang adalah seorang laki-laki, patut diperhatikan. Semua keturunan Adam lahir dari benih laki-laki, tetapi yang satu yaitu yang akan meremukan kepala ular lahir dari benih perempuan. Allah memberitahukan sebelumnya kepada manusia tentang keselamatan dari dosa dan kuasa dosa melalui ayat ini.








MANUSIA BERDOSA

            Manusia berdosa, lebih populer disebut orang berdosa adalah dari segi yang satu dari ketidakpercayaan kepada Allah, Penciptanya, dan dari segi yang lain produk dari percaya kepada ular, yang juga hanya sebuah ciptaan yang lain.
            Iblis rupanya memakai ular untuk membuat manusia berdosa terhadap Allah, karena iblis telah berbuat dosa dari mulanya. Melalui dusta dan tipu dayanya, Iblis membunuh manusia dan mengakibatkan dia mati.
A. ARTI DARI DOSA
            Beberapa arti yang berbeda dari dosa di dalam Perjanjian Lama ialah:
1. Tidak mengenai sasaran
2. Menyimpang dari tujuan
3. Penyimpangan moral
4. Penyimpangan agama
5. Penyimpangan etika
6. Penyimpangan dari hukum Allah
7. Pemberontakan
8. Melakukan kejahatan seenaknya dengan sengaja
9. Melakukan ketidakadilan
10. Menyimpang dari jalan yang benar
11. Kekejian
12. Melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap sesama.
            Beberapa arti dosa di dalam Perjanjian Baru, yaitu:
1. Tidak mengenai sasaran
2. Mengambil jalan yang salah ( salah jalan )
3. Berbuat hal yang nyata-nyata salah
4. Bersikap tidak benar
5. Melanggar aturan
6. Melanggar hukum
7. Melakukan hal yang melampaui norma
8. hidup tanpa hukum.
9. Moral yang rusak.
10. Rohani yang rusak.
11. Kesalahan
12. Ketidakadilan
13. Ketidakbenaran
14. Kepalsuan
15. Perlawanan ditujukan terhadap Allah
16. Segala sesuatu yang tidak berasal dari iman.

            Jahat adalah sebuah kata lain dari dosa, tetapi dengan pengertian yang lebih luas, yaitu merusak, menghancurkan berkeping-keping, membuat pecah berantakan sehingga tidak berguna. Jahat dipakai untuk  berbicara dalam kedua hal, baik fisik dan moral.

B. BUAH DARI DOSA
            Produk dari dosa seperti yang ditunjukan dalam Alkitab termasuk:
1. Membuat dan menyembah patung yang berbentuk apapun ( Kel. 20:4-5 )
2. Melupakan atau mengabaikan hari Sabat ( Kel. 20:8 )
3. Tidak menghormati orang tua, membunuh, perzinahan dan pencurian, bersaksi dusta, dan ingin memiliki kepunyaan sesama ( Kel. 20:12-17 )
4. Pikiran jahat, percabulan, menipu, hawa nafau, kikir, hujat, kesombongan, kebebalan ( Mrk. 7:21-22 )
5. Asusila , kedengkian, iri hati, pertengkaran memikirkan kejahatan,gosip, fitnah, pembenci Allah, perdebatan, menyobongkan diri, pandai dalam kejahatan, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang,tidak pemaaf, tidak mengenal belaskasihan ( Rm. 1:29-32 )
6. Penyembah berhala, homoseks, sodomi, pemabuk, pengumpat, dan pemeras ( 1 Kor.6:9-10 )
7. Melibatkan diri dalam kenajisan , sihir, perdebatan, irihati, amarah,kepentingan diri sendiri, percederaan, bidat , dan sebagainya ( Gal. 5:19-21 )
8. Hawa nafsu, hawa jahat, geram, kata-kata kotor, mendustai (Kol. 3:5,8-9 )
9. Durhaka, ketidaksetiaan, tak beriman, tidak kudus, pembunuh, penculik ( 1 Tim. 1:9-10 )
10. Orang yang mencintai dirinya sendiri, hamba uang, tidak tahu berterima kasih, tidak mau berdamai, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, keras kepala, berlagak sombong, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah ( 2 Tim. 3:2-4 ).


C. STATUS DARI MANUSIA BERDOSA

1. Segala kecenderungan hati manusia dalam jahat ( Kej. 6:5  )
2. Sejak dari kecil, hati manusia terikat oleh kejahatan ( Kej. 8:5 )
3. Manusia tidak terpisahkan dari kejahatan dan kebebalan ( Pkh. 9:3 )
4. Jauh di dalam, manusia jahat dan licik ( Yer. 17:9 )
5. Hati manusia merupakan sumber kejahatannya ( Mrk. 7:21-22 )
6. Bahkan sejak dari kandungan ibunya manusia telah berdosa ( Mzm. 51:7 )
7. Kejahatan manusia membatasi dia untuk dapat melihat Allah ( Yes. 59:1-2 )
8. Tidak ada golongan etnis apapun yang bebas dari dosa ( Rm. 3:9 )
9. Tidak seorang pun yang benar ( Rm . 3;10 )
10. Tidak seorangpun yang mencari hubungan dengan Allah ( Rm. 3:11 )
11. Semua orang telah menyeleweng ( Rm. 3:12 )
12. Manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Rm. 3:23 )
13. satu orang telah menjalarkan dosa (  Rm. 5:18 )
14. Manusia telah dihukum ( Rm. 5:18 )
15. Manusia tidak mampu berbuat baik seperti yang kehendakinya ( Rm. 7:19 )
16. dosa berdiam di dalam manusia ( Rm. 7:20 )
      Ayat -  ayat diatas dengan memperlihatkan kondisi manusia sejak kejatuhannya
di Taman Eden.
      Seperti kita lihat, melalui satu orang semua orang ;
Ø Telah berbuat dosa
Ø Telah mati
Ø  Dilahirkan dalam dosa
Ø Hatinya telah menjadi sumber dosa
Ø Ditundukkan oleh dosa
Ø Dihukum
Kehidupan manusia telah menjadi penuh dengan kesedihan, kekhawatiran, masalah,  pergumulan, kesakitan, penderitaan, dan ketidakpastian.  Ia hidup dalam pertentangan dengan dirinya sendiri, sesamanya, dan diatas segalanya – dengan Allah. Dosa telah menjadi karakternya.
            Apakah konsekuensi dari dosa ? upah dosa ialah maut (Rm. 6 : 23a). manusia menjadi celaka! Baik laki – laki maupun perempuan telah berusaha selama berabad – abad bahkan ribuan tahun untuk melepaskan diri dari dosa, tetapi gagal.
YESUS KRISTUS

         Nama Yesus Kristus berasal dari bahasa Yunani Iesous Kristos. Nama ini merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani: Yeshuah ( Joshua ) Mashiah.  Josua berarti TUHAN menyelamatkan. Selamat dalam hal ini memiliki dua arti : jasmani dan rohani. Didalam rohani berhubungan dengan diselamatkan atau dibebaskan dari dosa, karena dosa merupakan unsur rohani. Mashiah berarti Yang Di-Urapi. Dengan demikian , Yesus Kristus berarti TUHAN yang Menyelamatkan yang Di-Urapi.
         Yesus Kristus adalah seorang Yahudi, seorang keturunan Raja Daud ( Mat. 1:1-6 ). Ia datang ke dalam dunia untuk menggenapi Hukum Taurat dan Kitab Para nabi ( Mat. 5:17 ). Ada kurang lebih lima puluh ayat dan nubuat di dalam Perjanjian Lama mengenai Yesus Kristus yang digenapi di dalam Perjanjian Baru.

A. SIAPAKAH DIA ?
1. Yesus adalah Sang Juruselamat, dan Krustus ( Luk. 2:11; Mat. 16:15-17 ; Kis. 2:36;Kis. 5:42; Yoh. 20:28 )
2. Yesus ada sebelum ada apa-apa ( Kol. 1:17 )
3.Yesus satu dengan Bapa ( Yoh. 10:30; Yoh. 10:38 )
4. Yesus menyatakan Allah yang tidak pernah dilihat seorangpun ( Yoh. 1:18 )
5. Yesus adalah gambar Allah yang benar ( Ibr. 1:1-4 ; Kol. 1:15 )
6. Segala hikmat dan pengetahuan tersembunyi dalam Bapa dan Anak ( Kol. 2:1-3 )
7. Yesus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah ( 1 Kor. 1:22-24 )
8. Yesus adalah kepenuhan Allah ( Kol. 1:19; Kol. 2:9 )
9. Yesus lahir dari Roh Kudus ( Mat. 1:18 )
10. Yesus adalah Raja Yahudi ( Mat. 27:37 )
11. Yesus adalah Firman dan Allah yang menjadi manusia ( Yoh. 1:14 )
12. Yesus menjadikan segala sesuatu ( Yoh. 1:3;Kol. 1:16 )
13. Yesus telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi ( Mat. 28:18 )
14. Yesus tidak dikenal oleh dunia ( Yoh. 1:10 )
15. Yesus merupakan kasih Allah yang terbesar bagi dunia ( Yoh. 3:16 )
16. Yeus adalah anak yang dikasihi dan dikenan Allah ( Mat. 3:17; Luk. 1:31-32 )
17. Yesus adalah Anak Tunggal Bapa ( Yoh. 1:14 )
18. Yesus adalah Juruselamat umat-Nya dari sorga ( Mat. 1:21 )
19. Yesus adalah satu-satunya Nama di kolong langit yang diberikan kepada manusia untuk selamat ( Kis. 4:10-12 )
20. Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup ( Yoh. 14:5-6 )
21. Yesus adalah Anak Domba Allah ( Yoh. 1:29 )
22. Yesus adalah Imam Besar Agung ( Ibr. 4:14 )
23. Yesus adalah Hakim ( Yoh. 5:22-23; Yoh. 9:39 ; Kis. 10:42 )
24. Yesus adalah Terang ( Yoh. 8:12; Yoh. 1:4 )
25. Yesus adalah Roti hidup ( Yoh. 6:35;Yoh. 6:48; Yoh. 6:51 )
26. Yesus adalah pintu ( Yoh. 10:9 )
27. Yesus adalah Gembala yang baik ( Yoh. 10:11; Yoh. 10:14 )
28. Yesus adalah kebangkitan dan hidup ( Yoh. 11:25 )
29. Yesus adalah pokok Anggur yang benar ( Yoh. 15:10; Yoh. 15:5 )
30. Yesus dan murid-murid-Nya adalah satu ( Kis. 9:15 )
31. Yesus satu-satunta Pengantara antara Allah dan Manusia ( 1 Tim. 2:5 )
32. Yesus adalah Allah
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah , tetapi ayat-ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa Yesus manusia dapat:
a. Melihat Allah
b. Melihat gambar Allah
c. Melihat cahaya kemuliaan Allah
d. Mengetahui bahwa Yesus dan Allah adalah Satu
e. Mengetahui bahwa nama Allah adalah Yesus
f. Mengenal kekuatan Allah
g. Mengenal hikmat Allah
h. Mengenal kepenuhan Allah
33. Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia
      Yesus adalah Firman , dan yang adalah Allah , menjadi manusia dan berdiam diantara manusia. Ia dikandung dari Roh Kudus di dalam Maria, yang melahirkan Dia di Betlehem.
34. Yesus adalah kasih Allah yang terbesar bagi manusia ( 2Ptr. 3:8-9; Yoh.3;16; Yoh. 1:29 )
      Yesus adalah Anak Allah yang sangat dikasihi-Nya, tetapi Allah mengasihi manusia yang adalah orang berdosa lebih daripada Ia mengasihi Yesus. Itulah sebabnya Allah mau mengorbankan Yesus demi kepentingan manusia.
35. Yesus adalah satu-satunya Juruselamat untuk manusia
                     Dalam menelusuri seluruh isi Perjnjian Lama, kita mendapat bahwa hanya Allah yang adalah Juruselamat. Perjanjian Baru menyaksikan bahwa hanya Yesuslah sang Juruselamat. Hal ini tidak bertentangan, karena kita tahu bahwa Yesus sendirilah Allah. perjanjian Lama dan Baru tidak pernah bertentangan satu dengan yang lain; mereka saling melengkapi satu satu dengan yang lain.
                     Bila manusia mampu menyelamatkan dirinya dari dosa, maka Allah tidak perlu ikut campur tangan. Tetapi sejarah membuktikan bahwa manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari dosa. Tetapi barangsiapa percaya kepada Yesus, maka ia selamat.
36. Yesus adalah hidup manusia ( Ef. 2:1-3 )
                     Hidup tidak di dalam Yesus Kristus adalah hidup yang dijalani siapa saja yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Hidup tipe ini oleh Allah disebut mati.
                    Manusia di dalam katergori ini tidak pernah menikmati hidup atau mengalami kebahagiaan yang sejati, walaupun ia memiliki segala kebutuhan fisik dan psikis dengan berkelimpahan. Karena hidup adalah sebuah hal rohani, maka hal rohani ini tidak dapat diperbaiki dengan alat-alat jasmani atau jiwani. Sesungguhnya, upah manusia mati adalah maut.
B. APAKAH MISI-NYA
1. Misi Kristus dalam hubungannya dengan Allah
a. Yesus datang untuk mengenapi hukum Taurat atau Kitab Para Nabi ( Mat. 5:17-18 )
b. Yesus datang untuk melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaan-Nya ( Yoh. 4:34 )
2. Misi Kristus dalam hubungannya dengan manusia
Misi Yesus bagi manusia dapat dibagi dalam dua kategori: kepada orang Yahudi secara khusus dan kepada dunia secara umum. Misi-Nya bagi dunia tentu saja termasuk bangsa Yahudi juga.
3. Misi Kristus bagi orang Israel
a. Yeshua ( Yesus ) datang sebagai Raja untuk membangun Kerajaan-Nya, yang tidak berasal dari dunia ini ( Yoh. 18:33-37 )
b. Yeshua Mashiah ( Yesus Kristus ) mengambil selubung pada hati orang Yahudi agar mengerti Perjanjian Lama ( 2 Kor. 3:14-16 )


c. Yeshua datang untuk mengajarkan Alkitab Ibrani ( Perjanjian Lama )
   Khotbah Yesus di bukit ( Mat. 5-7 ) merupakan salah satu diantara banyak pengajaran Yesus dari Alkitab Ibrani yang tertulis di dalam Perjanjian Baru. Sesunggunhya , segala pengajaran di dalam Perjanjian Baru berakar dari Alkitab Ibrani.
d. Yeshua membawa penyataan dan kemuliaan bagi umat-Nya Israel ( Luk. 2:25-32 )
e. Yeshua ditentukan untuk kejatuhan dan kebangkitan bagi banyak orang Israel, dan menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan ( Luk. 2:33-35 )
f. Yeshua membawa pedang untuk memisahkan orang Israel yang mengasihi-Nya dengan yang tidak ( Mat. 10:32-39; Mi. 7:6 )
g. Yeshua datang untuk ditinggikan , untuk memberikan manusia hidup yang kekal ( Yoh. 3:14-15; Bil. 21:9 )
h. Yeshua datang untuk memberitahukan inti dari hukum Taurat dan Kitab Para Nabi ( Mat. 7:12 )
i. Yeshua datang untuk mengungkapkan Mitzvot ( perintah-perintah ) yang paling penting di dalam Torah ( hukum Taurat ) ( Mat. 22:34-40; Ul. 6:5; Im. 19:18 ).
   Malakukan kedua perintah-perintah ini sama dengan  melakukan seluruh Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi.
j. Yeshua datang untuk mendirikan jemaat-Nya diatas batu karang ( Mat. 16:13-18 )
   Yeshua Mesiah bermaksud membangun Jemaat-Nya di atas batu karang ini, yaitu pernyataan  Petrus mengenai Yeshua: “ Engkau adalah Mesiah, Anak Allah yang hidup.”
   Pernyataan atau pengakuan:” Yeshua adalah Mesiah, Anak Allah yang hidup” adalah dasar dari mana Jemaat Yeshua akan dibangun. Barangsiapa yang mempercayai pernyataan atau pengakuan di atas menjadi anggota Jemaat Yeshua.
k. Yeshua datang untuk memproklamasikan dan memberitakan kabar baik yang dari Allah ( Mark. 1:14-15; Luk. 4:43-44 )
l. Yeshua datang untuk memproklamasikan bahwa tahun rahmat Adonai ( Tuhan ) seperti ada tertulis di Alkitab Ibrani di Yesha’Yahu 61:1-2 telah datang ( Luk. 4:16-21 )
m. Yeshua datang untuk mengambil segala kelemahan kita dan menanggung segala penyakit kita ( Mat. 8:16-17; Yes. 53:4 ).
n. Yeshua datang untuk memberikan ketenangan bagi jiwa ( Mat. 11:28-30 )
o. Yeshua datang untuk memberitahukan bahwa Ia harus mengalami banyak penderitaan ( Mat. 16:21; Mat. 12:38-40 )
p. Yeshua datang untuk mengadakan banyak mujizat agar umat-Nya boleh percaya bahwa Dia adalah Mesiah, Anak Allah ( Yoh. 20:30-31 ).
   Kendati demikian, banyak orang Yahudi tidak percaya dan menerima bahwa Yeshua adalah Mesiah, Anak Allah, karena mereka memiliki persepsi atau konsep yang berbeda tentang Mesiah dalam benak mereka.
   Yeshua datang untuk berurusan dengan dosa, bukan dengan Kerajaan Romawi yang menguasai Israel pada waktu itu.
r. Yeshua datang sebagai Tuhan atas hari Sabat ( Mrk. 2:23-28 )
s. Yeshua datang untuk memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah bagi siapa yang percaya dalam nama-Nya ( Yoh. 1:12-13 ).
t. Yeshua datang untuk mati, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa ( Yoh. 12:27; Mat. 1:18-21; Yoh. 1:29; Yoh. 11:46-52 )
u. Yeshua datang untuk membangkitkan yang mati dan membuat mereka hidup ( Yoh. 5:21-22; 1 Kor. 15:21-22 )
4. Misi Kristus bagi dunia
a. Yesus datang sebagai Raja untuk mendirikan Kerajaan-Nya, yang bukan dari dunia ( Yoh. 18:33-37; Luk. 17:20-21 ).
b. Yesus datang untuk mendirikan Gerja-Nya diatas Batu Karang ( Mat. 16:13-18 ).
                  Yesus Kristus akan mendirkan Gereja-Nya diatas batu karang ini, yaitu pernyataan Petrus tentang Yesus:” Engkaulah Kristus , Anak dari Allah yang hidup.” Pernyataan bahwa “ Yesus adalah Kristus, Anak dari Allah yang hidup” adalah  batu karang yang dimaksud oleh Yesus. Barangsiapa yang percaya akan pernyataan ini menjadi anggota Gereja Kristus.
c. Yesus juga datang bagi domba-domba yang lain ( Yoh. 10:16 ).
                  Yesus datang untuk domba-domba-Nya, yaitu orang-orang Israel, melainkan juga untuk yang bukan orang-orang Israel.
d. Yesus datang untuk mengutus murid-murid-Nya kepada segala bangsa untuk menjadikan mereka murid-murid-Nya ( Mat. 18:19-20 ).
                  Yesus datang bukan hanya bagi orang Yahudi , malainkan juga bagi seluruh dunia.
e. Yesus datang untuk mengajarkan dari Perjanjian Lama
                  Khotbah di bukit ( Mat. 5-7 0 merupakan satu diantara banyak pengajaran Yesus dari Perjanjian Lama di dalam Perjanjian Baru. Secara fakta, semua pengajaran di dalam Perjanjian Baru berasal dari Perjanjian Lama.
f. Yesus datang membawa pedang, untuk memisahkan mereka yang mengasihi Dia daripada mereka yang tidak mengasihi Dia ( Mat. 10:32-39; Mik. 7:6 )
g. Yesus datang untuk ditinggikan, untuk membei manusia hidup yang kekal ( Yoh. 3:14-15; Bil. 21:9 )
h. Yesus datang untuk menyatakan arti “ Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi “ ( Mat. 7;12 )
                  Melakukan terhadap manusia apa saja yang kamu kehendaki manusia perbuat kepadamu sama dengan memenuhi hukum Taurat dan kitab para nabi.
i. Yesus datang untuk menyatakan mana perintah yang utama di dalam hukum Taurat ( Mat. 22:34-40; Ul. 6:5; Im.19:18 )
                  Pelaku kedua perintah ini melakukan seluruh “ Hukum Taurat dan kitab para nabi “.
j. Yesus datang untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah ( Mrk. 1:14-15; Mrk. 1:38 )
k. Yesus datang untuk membawa kesegaran bagi jiwa ( Mat. 11:28-30 )
l. Yesus datang untuk membawa hidup bagi yang mati ( 1 Kor. 15:21-22 )
m. Yesus datang untuk memberikan hak untuk manjadi anak-anak Allah kepada mereka yang percaya di dalam Nama-Nya ( Yoh. 1:12-13 )
n. Yesus datang untuk membaptis dengan Roh Kudus ( Yoh. 7:38-39 ).
      Menerima Roh kudus merupakan akibat dari percaya kepada Yesus Kristus.
o. Yesus datang untuk mengirimkan Penolong, yaitu Roh Kebenaran kepada pengikut-pengikut-Nya ( Yoh. 15:26-27 )
p. Yesus datang untuk meninggalkan damai sejahtera-Nya kepada pengikut-pengikut-Nya ( Yoh. 14:27 ).
                  Yang Yesus tinggalkan kepada pengikut-pengikut-Nya adalah damai sejahtera rohani, bukan damai sejahtera yang tergantung pada sebuah situasi atau kondisi.
q. Yesus datang untuk mengutus pengikut-pengikut-Nya seperti domba ketengah-tengah serigala ( Mat. 10:16 )
r. Yesus datang untuk menyembuhkan manusia agar mereka memuliakan Allah Israel ( Mat. 15:31 )
s. Yesus datang untuk memberitahukan pengikut-pengikut-Nya bahwa Ia menyiapkan tempat bagi mereka di rumah Bapa-Nya ( Yoh. 14:1-3 ).
t. Yesus datang untuk memberikan kemuliaan yang Ia terima dari Bapa kepada pengikut-pengikut-Nya ( Yoh. 17:22 )
u. Yesus datang untuk memerintahkan pengikut-pengikut-Nya agar mereka menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi ( Kis. 1:8 ).
                  Ayat-ayat di atas menjelaskan secara terang misi Yesus bagi dunia, kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi sekaligus.

5. Misi Kristus dalam hubungan-Nya dengan dosa
1.1. Yesus datang untuk memanggil orang berdosa kepada pertobatan ( Mat. 9;9-13 ).
1.2 Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang ( Luk. 19:1-10 )
1.3. Yesus datang untuk menyelamatkan dunia dari dosa mereka ( Mat. 1:21 ; Yoh. 3:17 ).
1.4. Yesus datang untuk menyelamatkan dunia ( Yoh. 3:17 0
1.5. Yesus datang untuk membawa keselamatan melalui anugerah dan iman di dalam Dia, bukan karena perbuatan kebenaran oleh manusia ( Yoh. 3:16; Ef. 2:8-9; Tit.3:4-7 ).
                  Manusia bukan perbuatan kebenaran akibat menerima keselamatan melalui Yesus Kristus, atau untuk memperoleh keselamatan. Dengan melakukan perbuatan kebenaran untuk memperoleh keselamatan, manusia tidak pernah dapat mencapai keselamatan itu, tetapi banyak yang mencoba cara ini.
1.6. Yesus datang untuk mengampuni dosa ( Mat. 9:2-7 )
1.7. Yesus datang untuk dijadikan dosa bagi manusia ( 2 Kor. 5:21 0
1.8. Yesus datang untuk mempersembahkan Darah-Nya sebagai Perjanjian Baru ( Mat. 26:26-28 )
1.9. Yesus datang sebagai Imam Besar untuk mempersembahkan Darah-Nya, satu kali untuk selamanya, yang menghasilkan penebusan yang kekal. ( Ibr. 9:11-12; Ibr. 7:26-27 )
1.10. Yesus datang untuk mentahirkan pikiran manusia dengan Darah-Nya ( Ibr. 9:13-14 )
1.11. Yesus datang untuk menebus pengikut-pengikut-Nya dari dosa melalui Darah-Nya ( Kol. 1:13-14 )
1.12. Yesus datang untuk menanggung dosa kita ( 1 Pet. 2:25 )
1.13. Yesus datang untuk dihukum agar tuntutan hukum Taurat mengenai dosa digenapi (  Rm. 8:3-4 0
1.14. Yesus datang untuk dikurbankan satu kali untuk menanggung dosa orang banyak ( Ibr. 9:27-28 )
1.15 Yesus datang untuk menghapus dosa , satu kali, dengan pengurbanan Diri-Nya ( Ibr. 9:24-26 )
1.16. Yesus datang untuk menebus manusia dari kutuk hukum Taurat, dan untuk membawa berkat. ( Gal. 3:13-14 ).
            Yesus juga datang untuk membawa berkat Abraham kepada bangsa-bangsa lain di dalam Dia.
1.17. Yesus datang untuk mati bagi manusia ketika manusia masih berdosa, membenarkan mereka dengan Darah-Nya, dan mendamaikan mereka dengan Allah ( Rm. 5:8-11 ).
                  Manusia berdosa hanya perlu percaya dan menerima pekerjaan Yesus untuk terlepas dari dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya.
1.18. Yesus mati bagi dosa, satu kali untuk selama-lamanya ( Rm. 6:10 )
1.19. Yesus datang untuk mengurbankan tubuh-Nya satu kali untuk selam-lamanya bagi semua untuk menguduskan manusia( Ibr. 10:10 ).
1.20. Yesus, dengan mengurbankan Diri-Nya, telah menyempurnakan untuk selamanya mereka yang dikuduskan ( Ibr. 10:14 0
1.21. Yesus datang untuk membenarkan mereka yang percaya di dalam Dia ( Gal. 2:15-16 )
1.22. Yesus datang untuk membawa pengikut-Nya kepada kemerdekaan ( Gal. 5:1; Gal 5:13 )
1.23. Yesus datang untuk melepaskan pengikut-Nya dari zaman yang jahat ini ( Gal. 1:3-4 )
1.24. Yesus datang untuk membasuh pengikut-Nya dari dosa-dosa mereka dengan Darah-Nya sendiri ( Why. 1:4-6 ).
            Yesus membebaskan dan memisahkan pengikut-Nya dari dosa mereka dengan Darah-Nya
1.25. Yesus datang sebagai ImamBesar ( Ibr. 2:17; 5:5-6; 5:9-10;9:11 )
1.26. Yesus datang untuk menghancurkan pekerjaan Iblis ( 1 Yoh. 3:8 )
1.27. Yesus datang untuk menghancurkan Iblis yang memiliki kuasa atas maut, melalui kematian-Nya ( Ibr. 2:14-15 )
                  Dengan membinasakan iblis melalui kematian-Nya, Yesus juga membebaskan semua yang seumur hidupnya diperbudak oleh ketakutan pada maut.
                  Kita telah melihat sebelumnya siapakah Kristus, dan dari ayat-ayat di atas mengenai misi Yesus kita dengan jelas dapat melihat tujuan utama kehadiran-Nya, yaitu untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa dosa satu kali untuk selamanya, dan untuk membinasakan iblis dan segala perbuatannya.


C. BAGAIMANA KRISTUS MELEPASKAN MANUSIA DARI DOSA ?
            Sebagaiman kita semua ketahui , Alkitab Ibrani telah lama memberitahukan bahwa Yesus akan datang ke dunia untuk mengambil dosa manusia. Tepatnya, pemberitahuan yang pertama perihal kedatangan-Nya adalah segera setelah manusia dan istrinya tidak mentaati perintah Allah dan makan dari buah yang dilarang di taman Eden.
            Yesus menggenapi nubuat ini, telah datang untuk berurusan dengan dosa ( 1 Yoh. 3:5 ).
            Tiga hal penting yang menjanjikan kelepasan akan kita perhatikan dari Kejadian 3:15 :
1. Permusuhan antara ular dan perempuan
2. Permusuhan antara ular dan Benih perempuan
3. Kenyataan bahwa Benih perempuan akan menremukan kepada ular dan bahwa ular akan meremukan tumit dari Benih perempuan.
a. Permusuhan antara ular dan perempuan
               sebagai orang berdosa dimana dosa telah menjadi karakter manusia, ia sekarang hidup dalam koflik dengan Allah, iblis, sesama, dan dirinya sendiri. Manusia bahkan bertentangan dengan kehendak baiknya.  ( Rm. 7:9 ). Manusia ingin berbuat baik, tetapi sanagat disesalkan ia tidak dapat berbuat baik, bahkan ia melakukan yang jahat, menentang keinginannya untuk berbuat baik. Hal ini menyebabkan manusia membenci dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia dapat mengasihi sesamanya, apalagi mengasihi Allah yang tidak dapat dilihatnya. Pada satu sisi manusia membenci iblis, tetapi disisi lain ia melakukan kehendak iblis, yaitu kejahatan. Kejahatan itu datang dari iblis, dan manusia telah menjadi satu dengan kejahatan, dan secara praktis telah menjadi satu dengan iblis ( 1 Yoh. 3:8a ).
               Manusia terjebak dalam sebuah dilema, dimana ia secara terus-menerus bergumul melawan dosa yang ada di dalamnya. Beginilah keadaan orang berdosa.
b. Permusuhan antara ular dan Benih perempuan
                     Manusia lahir dari keinginan daging, yang adalah kinginan laki-laki. Tetapi yang meremukan kepala ular tidak datang dari benih laki-laki, melainkan benih perempuan. Yesus tidak lahir dari seorang ayah manusia, melainkan dari seorang perempuan yaitu Maria yang telah mengandung dari Roh Kudus, bukan dari seorang laki-laki. Lagipula, hanya Yesus sendirilah yang pernah lahir dari benih seorang perempuan. Kejadian ini menunjukan penggenapan nubuat Kejadian 3:15.
c. Benih perempuan yang akan meremukan kepala ular, dan ular akan meremukan tumit dari benih perempuan ( 1 Yoh. 3:8b; Ibr. 2:14b )
   Yesus, Anak Allah datang memang untuk maksud ini.
         Ada dua unsur utama di dalam Perjanjian Baru yang berhubungan dengan keselamatan: Paskah dan peran Imam Besar.

D. RENCANA PASKAH ALLAH

            Kita membaca dari Alkitab di dalam Keluaran pasal 12 tentang Paskah yang pertama yang diperintahkan TUHAN, Paskah TUHAN. Pasal ini menceritakan bagaimana Allah melepaskan orang Israel dari Mesir dengan tangan-Nya yang kuat, setelah mereka melayani orang Mesir sebagai budak selama kira-kira 400 tahun. Pembebasan mereka diperoleh melalui pengubanan domba Paskah.
            TUHAN Allah telah mendatangkan sembilan tulah kepada Firaun dan Mesir, namun masih ada lagi satu tulah bagi mereka
            Arti dari kata Paskah, atau Pesakh ( Ibrani ), adalah menjadi selamat, selamat, dipisahkan, diselamatkan atau dilindungi dari kematian. Karenanya, Paskah berurusan dengan kehidupan atau kematian, diselamatkan atau tidak diselamatkan. Ada tiga unusr yang penting berhubungan denganmalam Paskah, yaitu:
a. Anak domba Paskah
            Setiap orang harus mengambil dan meyembelih anak domba Paskah bagi dirinya. Anak domba ini harus tidak bercacat cela, jantan dan berumur setahun ( Kel. 12:3,5,21 ).
b. Aarah anak domba Paskah
            Karena anak domba Paskah itu dikurbankan, dibunuh, dimakan dan darahnya dioleskan pada ambang dan kedua tiang pintu, maka orang Israel diselamatkan dari kematian dan dibebaskan dari perbudakan di Mesir.
            Keluaran 12:46 secara khusus menyebutkan bahwa tidak ada tulang dari anak domba Paskah yang boleh dipatahkan. Hal yang sama terjadi ketika Yesus sebagai Anak Domba Paskah dikurbankan di kayu salib ( Yoh. 19:32-33,36 )
            Anak domba Paskah dlam Perjanjian Lama merujuk kepada Yesus Kristus di dalam Perjanjian Baru. Namun demikian , Anak Domba Paskah Perjanjian BAru memiliki arti yang lebih penting. Darah , di dalam Perjanjian Lama mewakili juga  sebuah perjanjian dengan TUHAN. Demikian juga dengan darah Yesus Kristus.

c. Anak suling.
            Anak sulung dibunuh pada malam Paskah, kemudian datanglah keselamatan bagi orang Israel dari perbudakan Mesir ( Kol. 1:15; Ibr. 1:6; Kol. 1:18;Rm. 8:29 ).
            Anak sulung di dalam Perjanjian Lama merujuk kepada Yesus Kristus di dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama orang Yahudi merayakan Paskah untuk memperingati bahwa sebuah kurban dari TUHAN (Kel. 12:27 ).
            Ibadah malam Paskah juga merupakan peringatan akan tindakan TUHAN membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir.
E. IMAM BESAR SEBAGAI PENYELAMAT
            Nabi adalah seorang pengantara dari Allah kepada manusia, dan imam adalah seorang pengantara manusia kepada Allah. demikian juga halnya dengan Imam Besar. ( Ibr. 5:1 ; 9:1,6-7 ).
            Apabila kita kembali kepada misi Yesus, kita mendapati bahwa misi-Nya termasuk juga mengenai kedatangan-Nya sebagai Imam Besar. Pelayanan imam di dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada Perjanjian yang pertama, tetapi Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru adalah Imam Besar dari perjanjian yang baru
            Tugas utama Imam Besar adalah mempersembahkan kurban karena dosa. Bagan berikut memperhatikan perbedaan antara Imam Besar Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru:
Imam Besar Perjanjian Lama
Imam Besar Perjanjin Baru
Banyak Imam
Hanya satu Imam, Yesus Kristus Ibr. 7:23 )
Bergantian
Tidak diganti ( Ibr. 7:24 )
Memiliki kelemaham
Sempurna, kudus, tanpa kesalahan, tidak najis, terpisah dari orang berdosa ( Ibr. 7:26,28 )
Tnpa sumpah
Dengan sumpah oleh TUHAN ( Ibr. 7:20-21 )
Menurut peraturan Hukum Taurat
Menurut peraturan Melkisedek ( Ibr. 7;15-16 )
Mepersembahkan kurban harian
Mempersembahkan satu kurban satu kali untuk selama-lamanya ( Ibr. 7:27 )
Mempersembahkan darah binatang
Mempersembahkan Darah-Nya sendiri ( Ibr. 9:12 )
Tidak pernah dapat menghapus dosa
Menyempurnakan untuk selamanya mereka yang dikuduskan ( Ibr. 10:11-14 )



            Yesus adalah Imam Besar dan Anak Domba Paskah, yang telah mengorbankan Diri-Nya, mencurahkan Darah-Nya, mempersembahkan Diri-Nya tanpa cacat kepada Allah, untuk mendatangkan penebusan abadi-satu kali untuk selamanya dan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, agar kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
            Yesus tengah mengalami pergumulan berat ini sebelum ia berangkat ke kayu salib untuk membayar hukuman mati karena dosa dengan darah-Nya. Justru untuk hal inilah Yesus datang ke bumi, yaitu untuk membayar upah dosa. Ia melaksanakan misi-Nya melalui penyaliban-Nya, kematian-nya, dan kebangkitan-Nya
E. PENYALIBAN_NYA SETURUT RENCANA ALLAH UNTUK KESELAMATAN MANUSIA
a. Allah menjadikan Yesus berdosa ( 2 Kor. 5:21 )
   Ada sebuah prasyarat bagi seseorang untuk dapat disalibkan. Orang tersebut haruslah seorang yang berdosa. Itulah sebabnya Allah membuat Yesus menjadi berdosa untuk memenuhi persyaratan ini.
b. Yeus menanggung dosa manusia di dalam tubuh-Nya di kayu salib ( 1 Pet. 2:24 )
c. Yesus sebagai Anak domba Allah telah dipersembahkan sebagai Anak Domba Paskah ( Yoh. 1:29 dan 1 Kor. 5;7b. )
d. Sebagai Imam Besar membawa Darah-Nya sendiri sebagai kurban, satu kali dan untuk selama – selamanya ( Ibr. 9:11a, 12b )
e. Yesus mempersembahkan Diri-Nya, satu kali untuk selamanya ( Ibr. 7:27 )
f. Darah Yesus membersihkan hati nurani manusia dari perbuatan yang sia-sia agar dapat melayani Allah yang hidup ( Ibr. 9:14 )
g. Yesus mempersembahkan Tubuh-Nya untuk menguduskan , satu kali untuk selamnya ( Ibr. 10:10 )
h. Yesus mempersembahkan Tubuh-Nya dan Darah-Nya sebagai Perjanjian Baru untuk penebusan manusia dari dosa ( Mat. 26:26-28 )
i. Persembahan Yesus menyempurnakan untuk selamanya mereka yang dikuduskan-Nya ( Ibr. 10:14 0
   Pengudusan dari dosa melalui persembahan Yesus adalah sempurna dan berlaku untuk selamanya.
j. Penyaliban Yesus adalah manusia lama kita dan hawa nafsu daging dan keinginan daging kita  ( Rm. 6:6; Gal. 5:24 )


F. KEMATIAN-NYA UNTK PENEBUSAN KITA
a. Yesus mati untuk orang berdosa dan orang tidak beriman ( 1 Pet. 3:18; Rm. 8:3-4 ; Rm. 5:6; Rm 5:8 )
b. Yesus mati bagi dosa manusia, satu kali untuk selamanya ( 1 Kor. 15;3; Rm. 6 : 10a )
c. Kematian Yesus adalah kematian orang berdosa, karena itu orang tersebut telah bebas dari dosa ( Rm. 6:2,5; 6:7; Kol.3:3 )
d. Siapa yang telah dibaptis di dalam Kristus Yesus telah dibaptis di dalam kematian-Nya ( Rm. 6:3 )
e. Kematian Yesus berarti menanggalkan manusia lama kamu dengan kelakuannya sekaligus ( Kol. 3:9 )
f. Kematian Yesus memusnahkan sang penguasa maut yaitu iblis ( Ibr. 2:14b ).

G. KEBANGKITAN-NYA DAN KELAHIRAN BARU KITA
            Substansi dari iman kita adalah percaya akan kebangkitan Yesus Kristus ( 1 Kor. 15:14,17 ).  Namun demikian, Yesus Kristus harus telah bangkit, karena Dia adalah kebangkitan. Ayat-ayat berikut akan menuntun kita kepada jawabannya:
a. Kebangkitan Yesus adalah sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab ( Yoh. 20:9; 1 Kor. 15:4; Mat. 16:21 )
b. Kebangkitan Yesus merupakan kebangkitan orang percaya ( Rm. 6:5 )
c. Kebangkitan Yesus mengakibatkan orang percaya berjalan dalam hidup yang baru ( Rm. 6:4 )
d. Kebangkitan Kristus melahirkan kita kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan ( 1 Pet. 1:3 )
        
            Penyaliban dan kematian Yesus Kristus juga mencirikan penyaliban dan kematian manusia lama atau berdosa. Kebangkitan Yesus Kristus mencirikan kebangkitan manusia baru atau manusia tidak berdosa. Alkitab menyebutkan orang demikian sebagai seorang yang lahir baru atau seorang yang dilahirkan kembali.
            Dua hal utama Yesus selesaikan melalui kayu salib yaitu: penghancuran iblis dan segala perbuatannya, dan penebusan manusia berdosa dari dosa dan kuasa dosa. Hal inilah yang sebenarnya menyebabkan penderitaan manusia.



PERAN MANUSIA UNTUK KESELAMATAN

            Alkitab menjelaskan bahwa langkah-langkah berikut yang harus ditempuh:
1. Pertobatan
           Di dalam Perjanjian Lama ada dua kata yang sering diterjemahkan sebagai bertobat. Naham ( meresa bersalah, berubah pikiran ) dan sub ( berpaling, kembali ). Di dalam Perjanjian Baru ( Yunani ) kata-kata yang diterjemahkan sebagai bertobat adalah metanoeo dan metamelomai. Pada umumunya mempunyai arti merubah pikiran dan juga menyesal, measa bersalah. Secara umum kita dapat berkata bahwa pertobatan berarti perubahan pikiran yang menyebabakan seorang kembali kepada Allah.
            Allah hendak mengembalikan manusia kepada posisi yang benar dengan Dia, sesama , dan dirinya sendiri. Pertobatan hanya berlaku bagi orang berdosa. Sayangnya, semua orang telah berdosa, sehingga tidak ada pengecualian bagi siapapun untuk menghidari pertobatan.
2. Kepercayaan kepada Yesus Kristus dan Injil
         Setelah manusia bertobat, ia harus bertobat kepada Yesus Kristus dan Injil. Kata Injil diterjemahkan dari euangelion ( Yunani ), yang artinya kabat baik. Kata ini menunjukan kepada akibat yang diberikan karena percaya kepada jabar baik. Injil ini juga mengindikasikan kabar itu sendiri, pertama dipergunakan untuk memberitakan sebuah kemenangan, dan kemudian juga dipakai untuk mengutarakan pesan-pesan yang membawa sukacita.
         Alkitab jugameterjemahkan Injil sebagai kekuatan Allah dan firman kebenaran ( Rm. 1;16 ). Injil berbicara tentang Yesus Kristus dan adlah Yesus Kristus sendiri. Percaya artinya beriman terhadapa apa saja yang berhubungan dengan Yesus Kristus dan Injil.
3. Dilahirkan kembali
         Akibat seorang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sarta Injil ialah ia menjadi seorang yang lahir kembali atau lahir baru. Lahir baru adlah sebuah akibat, bukan sebab. Yesus Kristus dalam sebuah percakapan dengan Nikodemus berkata kepadanya bahwa manusia harus dilahirkan kembali untuk dapat masuk kedalam kerajaan Allah.
         Manusia harus dilahirkan kembali dari air dan Roh. Air disini adalah kiasan, dan Roh berbicara mengenai alam roh, dan kedua hal ini merujuk kepada suatu pengalaman dilahirkan kembali. ( Yeh. 36;25; Ibr. 10:22; Yoh. 13:10; Yoh. 15:3; Ef. 5:26 ).
         Air disini berbicara tentang pembasuhan dan pengudusan manusia dari kenajisan , berhala-berhala, dan pikiran jahat, dan ini merujuk kepada Firman. Firman ini, yang telah menjadi manusia, yaitu manusia Yesus Kristus membasuh dan menguduskan manusia dari dosa dan kuasa dosa. Yesus melakukan ini di atas kayu salib melalui penyaliban-Nya, kematian-Nya, dan kebangktan-Nya.
         Seseorang yang sudah lahir baru dan memasuki Perjanjian Baru akan menerima hal-hal yang berikut:
a. Hukum Allah ditaruh di dalam batin dan ditulis di dalam hatinya.
b. TUHAN menjdai Allahnya.
c. Ia akan menjadi milik Allah.
d. Ia akan mengenal Allah dengan benar.
e. Segala dosanya telah diampuni.
f. Allah tidak akan pernah mengingat dosanya lagi, ini berarti bahwa ia – di mata Allah – telah menjadi seorang yang tanpa dosa.
g. Allah membersihkan dia dari segala kenajisan dan berhala.
h. allah akan memberikan dia hati yang baru.
i. Allah menaruh roh yang baru di dalam dirinya.
j. Allah mengambil hati yang taat.
k. Allah menaruh Roh-Nya di dalam dirinya.
l. Allah membuat dia hidup sesuai dengan segala hukumnya.
m. Allah membuat dia berpegang kepada segala peraturan-Nya dan melakukannya.
            Berikut adalah sebuah jalan yang sederhana yang menuntun seorang yang ingin dilahirkan kembali:
1. Ingat bahwa prosedur ini merupakan hal yang rohani. Jadi, adalah dengan iman atau hati seorang harus menjalankan proses ini.
2. Percayalah bahwa Yesus Kristus merupakan satu-satunya Juruselamat dan bahwa ia telah menyelesaikan urusan dosa dan kuasa dosa melalui penyaliban-Nya, kematian-nya, dan kebangktan-nya.
3. Berdolah kepada TUHAN Allah dan menyadari bahwa kamu adalah orang berdosa, dan akuilah dosa-dosamu, segala dosamu. Pengakuan menghasilkan pengampunan, segala dosa diampuni dan kamu dibersihkan dari segala ketidakbenaran.
4. Percayalah bahwa sekarang kamu sudah bersih dari segala dosa.
5. Terimalah Yesus Kristus di dalam hatimu.
6. Percayalah bahwa sekarang kamu telah menjadi anak Allah, seorang yang dilahirkan kembali dan masuk ke dalam Perjanjian Baru dengan Allah.
7. Bersyukurlah kepada Allah untuk segala yang telah Dia perbuat bagi kamu dan tutuplah doamu di dalam nama Yesus Kristus.
            Ada begitu banyak kesaksian di seluruh dunia tentang bagaimana orang telah bertemu dengan Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya. Kita tahu , seperti yang dikatakan Alkitab bahwa Allah tidak ingin manusia binasa, melainkan mempunyai hidup yang kekal. Kita tidak dapat mengingkari bahwa ada kasus-kasus dimana Yesus kristus sendiri datang untuk menyelamatkan seorang seperti kasus Rasul Paulus.
Sungguhpun demikian , tidak semua orang mau percaya dan menerima Yesus Kristus. Siapakah yang menolak Dia ? ada beberapa kelompok yang menolak Yesus Kristus, yaitu:
1. Orang Yahudi ( Yoh. 1:11 )
           Orang Yahudi menghadpi kesulitan untuk menerima ajaran Yesus tentang Hukum Taurat dan kitan para Nabi. Apalagi, Yesus tidak cocok dengan konsep mereka tentang Mesias ( Kristus ) yang mereka harapkan ( Luk. 24:21 ). Yesus tidak datang untuk menghapus hukum Taurat atau kitab para Nabi, tetapi justru untuk menggenapinya ( Mat. 5:17 ) . Yesus membuktikan melalui perkataan-Nya, perbuatan-Nya, dan hidup-Nya bahwa Dia adalah Yang Di-Urapi, seperti yang dituliskan dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama. Yesus adalah pengegenapan, sasaran atau tujuan akhir dari hukum Taurat.
            Klimaks dari penolakan mereka ialah persetujuan mereka untuk menyalibkan Yesus. Seperti Allah telah menggunakan kejahatan saudara-saudara Yususf untuk melawan Yusuf agar rencana-nya digenapi, yaitu rencana penelamatan orang Israel dari bencana kelaparan ( Kej. 50:20 ), demikian juga Allah menggunakan kejahtan manusia dalam kasus Yesus  untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Percaya kepada Yesus  bagi orang Yahudi pada waktu itu merupakan suatu batu sandungan.
2. Orang Kristen banyak yang  menolak Dia
            Banyak orang Kristen , baik secara sadar maupun tidak, menolak Tuhan mereka Yesus Kristus melalui perkataan dan perbuatan mereka. Sangat menyedihkan melihat nama Yesus lebih dipakai untuk berteriak sebagai ekspresi kemarahan atau kekecewaan. Sikap ini menunjukan penolakan orang tersebut terhadap Yesus. Nama Yesus sangat tidak berarti bagi orang semacam ini.
            Satu lagi alasan mengapa orang Kristen menolak Kristus adalah karena latar belakangnya. Orang Kristsn ini tidak pernah mengalami suatu kelahiran baru, mereka tidak pernah dilahirkan kembali.
3. Dunia ( Yoh. 1: 10 )
            Ada banyak faktor mengapa dunia menolak  Yesus; diantaranya ialah agama-agama lain, adat-istadat manusia, dan falsafah-falsafah atau prinsip-prinsip yang menawarkan konsep-konsep yang berbeda menganai Allah, dosa, dan keselamatan ( Kol. 2:8; Yoh. 16:1-2 ). Manusia bukan hanya menolak Yesus , tetapi ia berpikir bahwa dengan pengikut-pengikut Kristus ia justru beribadah kepada Allah.


ROH KUDUS

            Allah melalui kebangkitan Yesus Kristu dari kematian telah melahirkan kita kembali kepada suatu hidup yang berpengharapan. Setelah Yesus menyelesaikan karya-Nya perihal dosa dan terangkat ke sorga, mulailaj sebuah era baru bagi pengikut-pengikut-Nya. Inilah era Roh Kudus ( Tit. 3:5; Kis. 2:1-4 ).
            Janji Allah untuk mengadakan Perjanjian Baru dan menaruh Roh-nya dalam manusia digenapi melalui karya-Nya.

A. ROH KUDUS DI DALAM PERJANJIAN LAMA
1. Roh Kudus melayang-layang di atas permukaan air ( Kej. 1:1-2 )
2. Roh Kudus memenuhi orang-orang yang terpilih ( Kel. 31:3; Hak. 13:25; 1 sam.10:10;  16:13 ).
3. Roh Kudus dijanjikan Allah akan ditarauh atau dicurahkan ke atas manusia ( Yeh. 36:27; Yl. 2;28 ).
                     Di dalam Perjanjian Lama, Allah sendiri memainkan peran yang sangat penting dan langsung berkomunikasi dengan manusia atau melalui para nabi. Pada zaman Yesus , Yesus sendiri berkomunikasi dengan manusia , tetapi Yesus naik ke surga, Roh Kudus bukan hanya berkomunikasi dengan manusia, melainkan tinggal di dalam manusia dan mengadakan kelahiran baru secara rohani bagi siapa yang percaya kepada-Nya.
B. ROH KUDUS DI DALAM PERJANJIAN BARU
1. Roh itu adalah Allah (  Yoh. 4;24 )
2. Roh Kudus itu adalah Penolong ( Yoh. 14;26 )
3. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (  Yoh. 14:16-17 )
4. Roh Kudus adalah Kebenaran ( 1 Yoh. 5:6 )
5. Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada orang percaya ( Rm. 5;5 )
6. Roh Kudus menghasilkan buah ( Gal. 5:22-23 )
7. Roh Kudus berbicara melalui nabi ( Kis. 28:25 )
8. Roh Kudus menggerakan orang untuk bernubuat ( 2 Pet. 1:21 0
9. Roh Kudus memuliakan Yesus Kristus ( Yoh. 16:14 )
10. Roh Kudus bersaksi tentang Yesus ( Yoh. 15:26 )
11. Roh Kudus Roh Kemuliaan ( 1 Pet. 4:14 ).
C. ROH KUDUS DAN MANUSIA BARU
1. Roh Kudus membuat manusia dilahirkan kembali ( Yoh. 3:5 ), ayat ini adalah sebuah contoh ayat yang berlaku universal. Setiap memerlukan untuk dilahirkan kembali oleh Roh Kudus untuk masuk ke dalam kerajaan surga, tidak ada pengecualian.
2. Roh Kudus adalah kekuatan dan pengharapan ( Rm. 15:13 )
3. Roh Kudus ada di dalam hati manusia sebagai jaminan ( 2 Kor. 1;22 ), ayat ini adalah sebuah contoh ayat yang berlaku secara khusus yaitu hanya berlaku bagi orang yangsudah dilahirkan kembali.
4. Roh Kudus tinggal bersama manusia ( Yoh. 14:17b )
5. Roh Kudus juga untuk orang percaya yang bukan Yahudi ( Kis. 10:47 )
6. Roh Kudus adalah hidup manusia dan berdiam di dalam tubuh jasmaninya ( Rm. 8:11 )
7. Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati manusia ( Rm. 5;5 )
8. Roh Kudus melahirkan kembali manusia, dan pembaharuan manusia terjadi bukan karena perbuatan kebenaran yang telah dilakukan ( Tit. 3:4-7 )
9. Roh Kudus merupakan kuasa untuk bersaksi tentang Yesus Kristus samapai ke ujung bumi ( Kis. 1:8 )
10. Hukum Roh Kudus membebaskan manusia dari hukum dosa dan kematian ( Rm. 8:2 )
11. Roh Kudus mengajar semua hal dan membuat manusia mengingat semua hal yang telah diajarkan ( Yoh. 14:26 )
12. Roh Kudus membuat orang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan ( 1 Kor. 12:3 )
13. Roh Kudus menuntun manusia ke dalam seluruh kebenaran, dan Roh Kudus juga memberitahukan manusia hal-hal yang akan terjadi ( Yoh. 16:13 )
14. Karunia-karunia Roh Kudus diberikan kepada setiap orang secara pribadi untuk kebaikan semua ( 1 Kor. 12:4,7-11 )
15. Roh Kudus menguatkan orang yan dicela karena nama Kristus ( 1 Pet. 4:14a; 4:14b )
      Setiap orang yang dicela karena nama Yesus bukan Roh kemuliaan dan Roh Allah saja yang menguatkan dia, tetapi pada waktu yang sama dia memuliakan Yesus Kristus.
16. Roh Kudus yang berbicara apabila seorang ditahan dan diserahkan ketika mengabarkan Injil ( Mrk. 13:11 )
17. Roh Kudus bersyafaat bagi manusia ( Rm. 8:26 )
18. Roh Kudus memilih orang untuk melakukan pekerjan yang telah Dia sediakan sebelumnya ( Kis. 13:2 )
19. Roh Kudus memberitahukan manusia apa yang akan terjadi ( Kis. 20:22-23 )
20. Roh Kudus membuat orang mengenal hikmat Allah (  1 Kor. 2:9-12 )
21. Roh Kudus membaptis semua orang dari semua bangsa dan status social menjadi satu tubuh ( 1 Kor. 12:13 )
22. Roh Kudus menjadikan manusia penilik ( Kis. 20:28 )
23. Melalui Roh Kudus, Maria telah melahirkan Yesus Kristus ( Mat. 1:18 )

            Setiap orang yang telah mengalami kelahiran kembali adalah orang yang telah dilahirkan kembali dari Roh Kudus. Karena itu , seorang yang telah dilahirkan kembali, atau seorang manusia baru, adalah seorang yang secara total berbeda dengan sebelumnya, ia adalah sebuah ciptaan yang lain. Tambahan pula, hal ini dilakukan oleh Allah, bukan manusia .

D. KEJATUHAN MANUSIA PERTAMA DAN KEBANGKITAN MANUSIA BARU
            Kita dapat memperhatikan sejarah manusia dalam urutan berikut. Pada mulanya Allah menciptakan manusia tanpa dosa. Tetapi Iblis melalui ular menghancurkan manusia tanpa dosa tersebut. Kejadian ini merupakan transformasi pertama manusia dari keadaan tidak berdosa menjadi berdosa, dan Allah berjanji bahwa Ia akan menyelamatkan dia. Sesuai dengan janji Allah, Yesus Kristus datang untuk mengambil dosa dari manusia berdosa itu.
            Manusia berdosa, yang dosanya telah diambil daripadanya, telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dank arena itu lahir baru sebagai manusia yang tanpa dosa. Kejadian ini merupakan transformasi kedua dari manusia, tetapi sekarang dari manusia berdosa menjadi manusia tanpa dosa.





MANUSIA BARU

            Manusia baru juga disebut seorang yang sudah lahir baru, seorang yang telah dilahirkan kembali, tabiat baru, seorang percaya, seorang murid, seorang pengikut Yesus Kristus, seorang anak Allah, sorang yang benar, seorang yang berbudi dan seorang manusia Allah.
            Dengan berbalik kembali untuk percaya kepada Yesus Kristus, seorang berdosa dirubah menjadi seorang tanpa dosa, seorang manusia baru yang memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Manusia baru ini sekarang hidup dalam keharmonisan dengan Allah, sesame, dirinya sendiri, dan dunia seperti yang akan dijelaskan dalam bab ini.
            Bagi manusia lama, rohnya mati, dan ia hidup di dalam daging. Tetapi bagi manusia baru, dagingnya mati, tetapi ia hidup di dalam roh. Manusia baru hanya muncul apabila manusia lama lenyap. Manusia hanya dapat menjadi manusia baru  atau manusia lama.
            Walaupun demikian, banyak orang Kristen berkata bahwa mereka adalah manusia baru teytapi memiliki tabiat lama.mereka telah lahir baru, namun ada beberapa hal-hal lama dimana mereka masih membutuhkan waktu untuk dapat menghilangkannya. Seolah-olah Yesus telah mengeluarkan bagian yang terbesar dari dosa mereka; sisa yang ditinggalkan harus dikeluarkan sendiri oleh manusia.
            Misi Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Dia telah dengan sempurna mengambil dosa manusia dan membinasakan kuasa dosa, satu kali untuk selama-lamanya. Yesus datang untuk satu tujuan ini saja.
            Janganlah sekali-kali kita berani menempatkan kebenaran kita diatas apa yang dikatakan Alkitab. Jika demikian halnya, biarlah manusia berpegang kepada apa yang dipercayainya adalah kebenaran.

A. STATUS MANUSIA BARU
            Status manusia baru disisni merujuk kepada keberadaan, karakter, dan kondisinya yang baru. Karena statusdan hak sering mempunyai arti yang sama, kita akan menganggap kedus substansi ini sebagai satu. ( 2 Kor. 5:17 ).
            Yesus menggambarkan Diri-Nya segabagai seorang Gembala, orang berdosa sebagai serigala, dan anak-anak Allah sebagai domba. Serigala yang dirubah menjadi domba itu disebut ciptaan yang baru. Hal ini merupakan transformasi atau perubahan yang bersifat permanent, satu kali dirubah menjadi domba, maka ia tetap domba. Apapun yang terjadi terhadap si domba, ia tidak dapat berubah menjadi serigala. Walaupun ada aerigala lain yang akan melahap dia, dia tidak akan dapat berubah lagi menjadi srigala untuk membalas. Kendati demiakian, ada serigala-serigala yang telah berubah menjadi domba, namun ketika serigala lain datang menyerang mereka, mereka menjadi serigala kembali. Mereka inilah yang disebut serigala berbulu domba.
            Semua hal yang telah menjadi baru, bukan sedang menjadi baru, atau proses menjadi baru. Semua hal yang baru, yaitu karakter baru, cara merasa yang baru, cara berpikir yang baru, hati nurani yang baru, hati yang baru, roh yang baru, kehidupan yang baru dengan Roh Allah di dalam hati yang baru. ( Mat. 7:17-18 )

1. Buatan Allah ( Ef. 2:10 )
                  Manusia baru itu buatan Allah. ada banyak barang-barang berharga buatan manusia yang sanagt mahal dan tinggi nilainya. Namun demikian, manusia baru itu jauh lebih bernilai dan berharga jika manusia tidak campur tangan dalam pembentukannya menjadi manusia baru. Kualitas manusia baru itu dijamin oleh Allah sendiri. Manusia baru adalah buatan tangan Allah, karena tidak ada manusia yang dapat merubah dirinya yang lama menjadi diri yang baru. Kalau manusia dapat merubah drinya, Allah tidak perlusibuk untuk mengutus Yesus untuk menyelesaikan masalah ini.
2. Diciptakan dalam Yesus Kristus ( Ef. 2:10 )
               Manusia baru sebagai suatu ciptaan yang diciptakan di dalam Yesus memiliki pikiran dari Yesus dan menjalani cara hidup Yesus. Ia memilki cara berpikir, cara mengeri, cara merasa, dan lain-lain dari Yesus. Setiap orang yang bertemu dengan manusia baru seharusnya bertemu dengan Yesus Kristus.
               Menganiaya manusia baru sama dengan menganiaya Yesus Kristus, sebab manusia baru itu adalah satu dengan Yesus Kristus, dan ada di dalam Yesus Kristus.
3. Lahir dari Allah ( Yoh. 1:12-13 )
               Manusia baru lahir dari Allah. ia sekali lagi menjadi gambar dan rupa Allah dan dilahirkan dari benih Allah, pastilah manusia baru memiliki karaktre Allah.
4. Lahir dari Roh
                  Apabila manusia baru berbuat baik kepada seorang yang berbuat jahat kepadanya, hal ini merupakan sesuatu yang wajar baginya, karena manusia baru tidak dapat dikalahkan oleh kejahtan. Sebaliknya ia mengalahkan kejahatan dengan kebaikan sesuai dengan keberadaannya. Kejahatan apapun yang dilakukan terhdap manusia baru, ia hanya dapat membalas dengan kebaikan, karena ia baik.
5. Lahir kembali dari benih yang tidak dapat binasa, yaitu Firman Allah yang hidup dan kekal ( 1 Pet. 1:23 )
                     Manusia baru lahir dari firman Allah dan memiliki firman Allah sabagai karakternya. Dipihak lain Allah telah memberikan dia hati yang memiliki Taurat tertulis di dalamnya. Karena hati yang baru ini, manusia ini hidup menurut segala hukum-Nya, dan ia berpegang kepada segala peraturan-Nya dan melakukannya.
6. Tubuh manusia baru adalah Bait Allah dan Roh Kudus ( 1 Kor. 3:16-17; 6:19 )
7. Manusia lama, tubuh dosa dan kelakuannya, keinginan daging dan hawa nafsunya telah disalibkan, mati dan dikuburkan bersama Kristus di kayu salib, mengakibatkan bangkitnya manusia baru ( Rm. 6:3-6; Gal. 2:20;Kol. 3:9-10 )
                     Manusia lama dengan segala sifatnya, terutama dos atelah mati dengan Kristus Yesus di kayu salib, dan manusia baru telah bangkit dengan kebangkitan-Nya. Tidak ada manusia memilki dua karakter yang berlawanan yaitu karakter lama dan baru.
8. Bebas dari dosa ( Rm. 6:2,7-11,16-18,22; Gal. 5:1 )
                     Tidak ada lai dosa di dalam dirinya. Manusia baru , yang dahulu pernah menjadi budak dosa, tidak melakukan apapun selain dosa, sekarng telah dilepaskan dari dosa. Banyak orang Kristen memang benar berpegang pada doktrin ini. Namu, kadang kala sambil mengucap syukur dan memuji Allah untuk itu, mereka tidak berpegang doktrin-doktrin lain yang menjerat mereka sehingga menjadi budak dosa lagi.
9. Tidak dapat berbuat dosa lagi ( 1 Yoh. 3:5,6a,8b,9 )
                     Beginilah status manusia baru sehubungan dengan dosa. Ia tidak berbuat dosa lagi. Bagaimanakah buatan Allah yang diciptakan di dalam Yesus Kristus, lahir dari Allah dimana benih-Nya tetap ada di dalam dia, lahir dari Rog, dilahirkan kembali  dari Firman Allah, yang menjadi bait Allah dan Roh Kudus, dan yang bebas dari dosa, masih tetap berbuat dosa?
                     Banyak orang Kristen menjadi gelisah dan merasa terganggu bilamana mereka membaca ayat-ayat ini. Mereka suka menghindarinya, karena ayat-ayat tersebut tidak masuk akal.
                     Dosa dalam kontesk disini merujuk kepada pelanggaran hukum Allah. manusia baru tidak dapat melanggar hukum Allah karena Allah telah menaruh hukum-Nya di dalam hati manusia baru. Dunia harus bersyukur kepada Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus untuk anugerah luar biasa dan karya maha agung yang telah dikerjakan demi keselamatan dunia dari dosa. Bersukacitalah karena engkau tidak dapat berbuat dosa lagi.

KESIMPULAN
           
Bilamana manusia baru benar-benar mengerti statusnya, ia sangat di bantu olehnya di dalam kehidupannya sehari-hari. Adalah menyedihkan melihat banyak manusia baru tidak menyadari statusnya, mengakibatkan mereka hidup dalam suatu kehidupan yang penuh dengan rintangan. Mereka datang kepada Yesus untuk mohon kelepasan, tetapi berakhir dengan kererikatan yang lebih ketat dari yang sebelumnya. Manusia baru yang masih bergumul dengan dosa bukanlah manusia baru, tau ia adalah manusia yang munafik.
            Manusia baru memiliki karakter baru, yaitu karakter dari Allah Sang Bapa, Yesus Kristus Sang Putra, dan Roh Kudus. Ia hanya perlu mengekspresikan karakter barunya malalui jiwa dan tubuhnya adalah bait Allah dan bait Roh Kudus.
            Hal penting berikut yang serupa dengan status manusia baru adalah hak manusia baru. Hak mengikuti status. Apabila tidak ada status, maka tidak  ada hak.

A. MANUSIA BARU
1. Anak Allah ( Yoh. 1:12-13; Rm. 8:15; Gal. 3:26 ; 1 Yoh. 3:1 )
                     Allah sang Pencipta telah menjadi bapa dari manusia baru. Ini bukan  semata-mata sebuah gelar atau ilusterai, tetapi mempunyai arti yang sebenarnya. Allah telah mengangkat manusia baru menjadi anak-Nya, da ia setiap saat dapat memanggil Allah dengan sebutan Ayah atau Papa, seperti orang Yahudi memanggil ayah mereka Abba. Sekarang Allah memberikan perhatian khusus kepada manusia baru, dan mendisiplinkan dia untuk kebaikannya.
                     Sebagai anak laki-laki dan perempuan dari Allah, kita dapat berkomunikasi dengan Dia tentang apa saja, dimana saja, dan kapan saja. Ia akan melakukan apa saja bagi manusia baru karena ststusnya sebagai anak-Nya yang menyandang nama-Nya.
                     Sebagai anak-Nya, manusia baru memiliki banyak fasilitas. Ia menjadi pewaris dari janji-janji Allah yang tidak terhitung banyaknya yang khusus bagi anak-anak-Nya, baik selagi dibumu maupun di surga. Status manusia baru ini sangat tinggi , kalau tidak dikatakan yang tertinggi di atas bumi. Hanya posisi inilah yang dapat membawa manusia masuk ke dalam surga. Walaupun seorang itu anak raja atau anak presiden, status yang hebat ini dengan segala hak dan kuasa yang  menyertainya tidak dapat menjamin dia sebuah tempat di istana Bapa.
2. Manusia baru juga memiliki kuasa dari Bapanya, dari Yesus Kristus, dan dari Roh Kudus ( Mrk. 16:17-18 ; Kis. 1:8)
                        Kuasa yang telah diberikan kepada manusia baru membuat ia berhasil memberitakan Injil Yesus Kristus kepada dunia, agar siapa yang menerima Injil memuliakan Allah.
3. Warga Kerajaan surga ( Fil. 3:20-21; Why. 21:27; Luk. 10:20 )
                     Kewarganegaraan manusia baru adalah surga, sebab ia terdaftar di surga. Surga adalah rumahnya. Lagipula, Raja dari kerajaan surga telah menjadi Ayahnya. Sebagai warga negara kerajaan surga, mansuia tidak terbatas untuk menikmati hidup kekal setelah meninggalkan dunia.  Pada saat seorang berdosa dilahirkan kembali, ia telah menjadi warga kerajaan Allah, jadi ia menikmati segala kelebihan dan keistimewaan seorang warga kerajaan Allah semasih hidup di bumi.
                     Sebagai warga surga , orang Kristen sekarang telah hidup dengan sukacita dan bahagia. Kehidupan duniawinya telah berubah, sebab ia sendiri telah berubah lebih dahulu.

4. Masuk ke dalam Perjanjian Baru ( Ibr. 10:16-18; Yeh. 36:26-27 ).
                     Perjanjian Baru ini sudah jelas merupakan sebuah perjanjian rohani karena hukum Allah itu dituliskan di dalam hati, yang adalah substansi rohani manusia. Sebuah perjanjian dengan Allah selalu harus bersifat rohani karena Allah adalah Roh dan berkomunikasi dengan dimensi rohani kita.
                     Ada dua hal penting di dalam ayat ini, mengenal TUHAN, dan Aku akan mengampuni kesalahan mereka, dan dosa mereka Aku tidak akan mengingatnya lagi.
                     Hal yang kedus adalah Aku akan mengampuni segala kesalahan merka , dan segala dosa mereka Aku tidak akan mengingatnya lai berbicara mengaenai seorang manusia baru oleh Allah dengan mengampuni segala kesalahannya dan tidak mengingat lagi segala dosanya.
5. Menerima karunia-karunia Roh Kudus (Kis. 2:38; 1 Kor. 12:4-11 )
                     Ada begitu banyak karunia yang berbeda, tetapi semuanya dari Roh Kudus yang sama, yang membangkitakan kepada setiap orang secara pribadi sesuai dengan keinginan-Nya, bukan sesuai dengan keinginan kita.
6. Memiliki kasih Allah ( Rm. 5;5; 1 Yoh. 4:7 )
                     Kasih yang ada di dalam manusia baru adalah kasih Allah. kasih ini bukanlah kasih manusia. Di bawah ini kita melihat perbedaan antara kasi Allah dan kasih manusia




Kasih Allah/kasih manusia baru:
v   Tidak bergantung kondisi
v   Tidak terbatas
v   Tidak tergantung kepada yang dikasihi
v   Abadi
v   Selalu memberi
v   Konsisten
v   Proaktif
v Mengasihi orang berdosa, membenci dosa


Kasih manusia:
v Tergantung kondisi
v Terbatas
v Tergantung situasi
v Tergantung pada yang dikasihi
v Tidak abadi
v Selalu menerima
v Tidak konsisten
v Reatif
  






7. Mengalahkan dunia 9 1 Yoh. 5:4-5 )
                     Manusia baru mengalahkan dunia oleh karena imannya kepada Yesus Kristus, lagi pula manusia baru dapat mengelola dan membatasi semua hal yang dihadapinya. Manusia baru memiliki kuasa untuk berhadapan dengan segala urusan duniawi dan rohani.
8. Berhak memakai nama yang penuh kuasa, yaitu nama Yesus ( Mrk. 16:17a; Luk. 10:17 )
                     Setan-setan tidak takut dengan apapun kecuali nama Yesus Kristus. Mereka tidak bisa di usur melalui perbuatan baik atau kegiatan keagamaan. Hanya manusia baru yang dapat mempergunakan nama Yesus. Nama Yesus menjamin dikabulkannya permohonan manusia baru selama itu sesuai dengan kehendak-Nya demi kemuliaan Allah.
9. Dapat melakukan yang lebih besar dari apa yang Yesus pernah lakukan ( Yoh. 14:12-13; Kis. 5:14-16; 19;11-12 )
10. Hidup dalam kelimpahan ( Mat. 6:25-33 )
                        Manusia baru bukan saja dari kerajaan tersbut. Ia tidak lagi kuatir perihal hidup. Ia tidak lagi kuatir akan apa yang akan ia makan, minim, atau pakai. Manusia baru tidak mencari hal-hal tersebut, hanya orang tidak mengenal Allah. allah menyediakan bagi manusia baru segala kebutuhannya.
11. Manusia baru bekerja bukan untuk mencari bafkah, tetapi untuk menolong sesamanya ( Ef. 4:28; 2 Kor.  9:8; Yoh. 10:10b )
                     Kehidupan yang penuh kelimpahan adalah kehidupan melebihi kecukupan, yaitu kehidupan yang melampaui kebutuhan manusia. Inilah bentuk kehidupan yang dimiliki manusia baru ia berkelimpahan dalam pekerjaan baik untuk dilakukan demi menolong sesamanya dan memuliakan Allah.
12. Memilki hidup yang kekal ( Yoh. 3:16; 1 Yoh. 5:11-13 )
                     Manusia baru hidup dalam kehidupan yang kekal atau abadi pada saat ia dalam hidupnya memiliki Yesus Kristus. Ini berarti bahwa selama  ia  dalam hidupnya di atas bumi, ia telah hidup sebagai warga kerajaan Allah dimana berlaku hukum Allah.
13. Tidak seorangpun dapat merampas manusia baru dari tangan Allah ( Yoh. 10:28-30 )
                     Manusia baru itu ada di dalam tangan yang aman, yaitu tangan Allah dan Yesus, dan tidak seorangpun yang dapat merebut dia. Apabila ada seorang, bahkan iblis, mencoba untuk mengambil dia dari Yesus, ia harus menghadapi Yesus. Darah Yesus Kristuslah yang menjamin seorang manusia baru.



           
Asuransi dari Allah:
Ø Premi di bayar oleh Yesus
Ø Premi di bayar satu kali saja
Ø Orang yang diasuransikan hidup
Ø Tujuan akhir: pasti, yaitu surga


Perusahaan  asuransi jiwa:
Ø Premi dibayar oleh diri sendir
Ø Premi dibayar secara angsuran
Ø Orang yang diasuransikan akan mati
Ø Tujuan akhir tidak pasti



Manusia dapat memiliki asuransi jiwa tetapi yang berakhir pada kematian; manusia baru memiliki asuransi jiwa yang kekal yang berakhir pada kehidupan kekal .
14. Memiliki runah yang besar di kerajaan Surga / Bapa ( Yoh. 14;2-3 )
                     Manusia baru terjamin memiliki tempat di dalam surga, di dalam kerajaan Allah, karena ia telah mejadi warga dari kerajaan ini. Yesus sendirilah yang menyediakan tempat bagi dia, dan akan kembali untuk menjemput dia dan membawa dia ke surga.


KESIMPULAN
            Manusia baru memiliki banyak hak yang berlaku bukan hanya untuk masa akan datang, tetapi juga pada masa kini. Sangat disayangkan, banyak manusia baru tidak menikmati semua kondisi dan fasilitas yang mereka miliki.
A. KEWAJIBAN MANUSIA BARU
                  Pada masa kini, dunia sangat berkonsenterasi pada hak atau hak asasi manusia. Ini luar biasa dan baik untuk dunia. Banyak hal kelihatnnya baik, tetapi itu tidak menjamin bahwa hal-hal tersebut benar.  Gerakan Hak Asasi Manusia , bilamana tidak diikuti dengan gerakan Kewajiban Asasi Manusia, dapat membawa manusia kepada egocentrism atau kepentingan sendiri.
                  Manusia baru terikat oleh kewajiban-kewajiban. Kewajiban itu timbul karena status dan hak yang dia miliki. Seseorang yang memiliki status presidan memiliki banyak keistimewaan, keuntungan, dan atau kuasa agar dapat menjalankan kewajibannya sebagai presiden.
                  Banyak orang kurang menyukai kata kewajiban, karena mengandung konotasi yang seolah-olah berat. Kewajiban bagi mereka adalah sesuatu yang kalau mungkin lebih baik dihindari.
                  Seseorang yang melakukan hal-hal yang sesuai dengan karakternya, yang sekaligus membawa kebahagiaan baginya, orang demikian tidak merasa diberatkan oleh kewajiban yang dijalankannya.
                  Beberapa kewajiban manusia baru adalah:
1. Mengasihi Allah ( Mat. 22:36-38 )
               Apabila kita mengetahui dan menyadari status dan kondisi manusia baru,  kita mengerti bahwa ia tidak akan mempunyai masalah untuk mengasihi Allah. dalam kenyataan, manusia baru sangat senang mengasihi Allah karena kasih itu merupakan karakternya.
2. Mengasihi sesama ( Mat. 22:39-40 )
               Seseorang mengasihi Allah otoritas mengasihi sesamanya, karena sikap ini merupakan akibat dari mengasihi Allah. dengan melakukan kedua perintah ini, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama berarti telah melakukan semua hukum Taurat dan Kitab para Nabi.
3. Melakukan segala sesuatu dengan kasih ( 1 Kor. 16:14 )
               Seperti telah dinyatakan sebelumnya, kasih merupakan karakter manusia baru. Karena ia melakukan segala sesuatu dengan kasih, diminta atau tidak. Hal ini merupakan hal yang rutin baginya untuk melakukan segala sesuatu dengan kasih dan pula tidak pernah memberatkan.
4. Melakukan pekerjaan baik yang Allah telah sediakan sebelumnya, dan hidup di dalam pekerjaan baik itu ( Ef. 2:10 )
               Allah menciptakan manusia baru untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, bukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak baik. Dengan demikian, manusia baru tidak pernah tidak memiliki pekerjaan, karena Allah telah menyediakan pekerjaan-pekerjaan baik bagi dia sebelumnya.
5. Memakai pikiran Kristus ( 1 Kor. 2:16 )
               Manusia baru yang telah diciptakan dalam Kristus memiliki pikiran Kristus; pikiran yang  lama telah hilang bersama dengan manusia lamanya. Memakai pikiran Kristus adalah alami, karena itulah satu-satunya pikiran yang dia miliki.
6. Memakai kehendak Allah ( Flp. 2:13 )
               Kehendak Allah bekerja di dalam manusia baru untuk bekerja menurut kerelaan  hati Allah. manusia baru memiliki kehendak Allha di dalam dirinya, dan kehendak Allah menjadi kehendaknya.

7. Melakukan segala sesuatu dalam nama Yesus ( Kol.  3:17 )
               Manusia baru bukan hanya berdoa, mengusir setan, atau menyembuhkan di dalam nama Yesus, tetapi melakukan segala sesuatu – baik di dalam perkataan atau perbuatan – di dalam nama-Nya, nama yang paling berkuasa di bumi dan di surga.
8. Hidup oleh iman ( 2 Kor. 5:7; Gal. 2:20c; 1 Yoh. 5:4-5 ; Ef. 6:16 )
               Manusia baru diperdamaikan dengan Allah melalui iman. Sekali mulai dngan iman, manusia baru hidup di dalam iman sepanjang hidupnya. Tambahan pula,kehidupan dalam iman ini membuat manusia baru mengalahkan dunia dan memeadamkan semua panah api dari si jahat.




KESIMPULAN

            Semua kewajiban di atas bagi manusia baru bukan masalah harus dilakukan melainkan  senang sekali melalukan. Tidak seorangpun yang statusnya bukan manusia baru dapat melaksanakan kewajiban tersebut diatas. Dalam kenyataan, banyak orang mencoba untuk melakukan kewajibn-kewajiban tesebut memperoleh stastu manusia baru.
A. TUJUAN HIDUP MANUSIA BARU
                        Tujuan hidup manusia baru pada akhirnya adalah kebahagiaan. Manusia baru tidak lagi mengajar kebahagiaan hidup, tetapi ia otomatis hidup di dalamnya. Ini semua dikarenakan perubahan statusnya, yang menyebabkan dia menerima hak dan kewajiban yang baru, yang membuat hidupya berbahagia.  Banyak orang sanagt berbahagia untuk dapat mencapai tingkat kehidupan yang bahagia.
1. Hidup seperti Kristus ( Fil. 1:21; Gal. 2:20 )
            Manusia baru sebagai buatan Allah yang diciptakan di dalaam Kristus Yesus, tentu saja hidup seperti kehidupan Kristus. Ini sangat alami dan bukan perkara yang besar. Ia hanya hidup sesuai dengan tabiatnya yang baru.
2. Memuliakan Allah Bapa dengan berbuah banyak ( Yoh. 15:8 )
                  Sebagai manusia baru yang diciptakan di dalam Kristus dan melekat sebagai ranting pada Kristus pokok anggur yang benar itu, ia berbuah anngur yang baik dan benar , yaitu hal-hal yang memuliakan Allah. kehidupan manusia baru harus mencerminkan  Yesus. Manusia baru harus memiliki buah-buah Roh yang sesuai yang diinginkan oleh Tuhan Yesus Kristus ( Rm 11:36 ).

3. Memuliakna Allah dengan tubuh dan roh ( 1 Kor. 6:20 )
                  Tubuh dan roh manusia baru adalah untuk memuliakan Allah, dan bukan memuliakan dirinya sendiri, lebih lanjut, tubuh manusia baru adalah bait Allah dan Roh Kudus.
3. Memuliakan Allah dalam segala hal ( 1 Pet. 4:11 )
4. Membuat orang memuliakan Allah ( Gal. 1:24; 2 Kor. 9:12-13 )
5. Mengabarkan Injil ke seluruh dunia ( Mark. 16:15; 2 Tim. 4:2; Mat. 28:19-20 )
                  Manusia baru hidup untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia, baik ataupun tidak baik waktunya.
6. Menghargai orang lain lebih daripada diri sendiri dan memperhatikan kepentingan orang lain ( Fil. 2:3-4 ).
           
            Melihat ayat-yata di atas, maka kita mendapati bahwa ada dua sasaran utama dalam tujuan hidup manusia baru:
a. manusia baru hidup untuk memuliakan Allah.
b. manusia baru hidup bagi sesamanya.
            Manusia baru hanya hidup bai Allah dan sesamanya. Ia memiliki hati kasih, yang membuat ia memperhatikan orang lain. Kasih yang dimiliki manusia baru ini adalah kasih Allah, dan kasih ini merupakan sebuah sumber di dalam hatinya, yang melimpah sepanjang umur hidupnya. Kasih ini merupakan buah dari Roh Kudus yang tidak pernah berhenti berbuah.
            Setiap orang yang masih tetap kuatir mengenai dirinya, apa yang akan diminim, makan, atau pakai tidak akan pernah memiliki tujuan hidup seperti manusia baru. Orang demikian selalu hanya sibuk mengurus dirinya dan tidak pernah berpikir untuk Allah dan sesamanya. Manusia baru sesungguhnya telah hidup dalam sesuatu tingkat dimana ia lebih berbahagia memberi daipada menerima.
            Pada umunya manias jauh lebih berbahagia menerima daripada memberi. Mungkin sudah waktunya manusia untuk mulai berkonsenterasi pada kewajiban asai manusia daipada hak asasi mansuia.

KESIMPULAN

            Manusia baru telah mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya di atas bumi dan menjadi warga kerajaan Allah.
            Tujuan hidupnya yang baru ialah untuk memuliakan Allah dan hidup bagi sesamanya. Tujuan hidup yang baru ini dalam kenyataannya menambah banyak lagi berkat dan kebahagiaan bagi dirinya. Ia tidak lagi bergumul dengan dosa. Yesus akan memisahkan dia dari dosa.
            Banyak orang yang menyatakan diri sebgai ciptaan baru tetap masih bergumul dengan dosa di dalam dirinya. Dari sisi yang satu mereka percaya bahwa Yesus telah membebaskan mereka dari dosa dan mereka telah memiliki tabiat yang baru, namum pada sisi yang lain mereka juga mengakui bahwa mereka masih tetap memiliki tabiat lama, di dalam diri mereka.
            Alkitab berkata bahwa seorang yang bercabang hati dan tidak tegas dalam segala langkahnya, maka janganlah seorang demikian berharap akan menerima apapun dari Tuhan ( Yak. 1:7-8 ), kalau seperti ini hasil untuk percaya kepada Yesus, maka Yesus telah membuat manusia menjadi lebih parah, dan bukan menjadi lebuh baik. Yesus datang justru untuk melepaskan manusia dari tabiat lamanya dan memberikan manusia tabiat yang baru.
            Yesus tidak pernah mengajarkan etika atau moral. Yang menetukan etika dan moral manusia. Apabila ia seorang berdosa, maka hatinya adalah bait iblis.
            Seorang berdosa memiliki hati yang lama dan etika yang lama. Seorang manusia baru telah memiliki hati yang baru dan etika yang baru – yaitu etika Allah. karena manusia baru, menurut Alkitab, hanya memiliki satu tabiat, yaitu sebuah hati yang baru dan etika Allah, maka ia tidak pernah bergumul melawan dosa.
A. MASALAH YANG DIHADAPI MANUSIA BARU< DAN JALAN KELUARNYA
                  Walaupun manusia baru telah bebas dari dosa dan tidak memiliki dosa di dalam dirinya, ia masih hidup di dalam dunia yang penuh dosa. Situasi ini dapat menimbulkan permasalahan baginya. Manusia baru itu sendiri tidak memiliki masalah, tetapi masalah bisa datang kepadanya.
                  Memang Yesus telah mengutus mereka yang percaya kepada-Nya ibarat domba ketengah-tengah serigala. Namun demikian, manusia baru sebagai domba cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Inilah karakter manusia baru. Allah tidak meminta agar manusia baru memisahkan dirinya dari dunia, tetapi sebalinya, ia adalah garam bagi bumi dan terang bagi dunia.
                  Manusia baru menghadapi masalah karena alasan-alasan yang berikut:
1. Statusnya sebagai seorang yang percaya kepada Yesus Kristus.
               Masalah pertama yang dihadapi manusia baru adalah sttusnya. Karena statusnya ini , maka dunia tidak menerima dia, bahkan sampai kepada suatu titik dimana seorang percaya bahwa dengan membunuh manusia baru ia telah berbuat bakti kepada Allah.
2. Ia tetap berbuat dosa
                  Kita telah menyimak banya ayat yang menyatakan perihal kondisi manusia baru yaitu tidak memiliki dosa. Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa kebanyakan manusia baru masih tetap berbuat dosa dalam hidupnya. Marilah kita melihat maslah-masalah apa yang dihadapi para orang kudus ini yang mengakibatkan mereka tetap diikat oleh dosa
a. Gereja Allah di Korintus ( 1 Kor. 1:1-2 )
            orang-orang kudus ini menghadpi beberapa maslah yang muncul di dalam jemaatnya. Persoalan terbesar yang dihadapi mereka adalah bahwa mereka masih tetap hidup dan berpikir secara daging, duniawi – tidak rohani. Hal initerjadi karena mereka tidak menyadari akan dasar keberadaan atau status mereka.
            Masalah dalam gereja di Korintus ini ialah walaupun mereka orang-orang kudus, namun mereka masih hidup duniawi. Paulus mengingatkan mereka akan sebuah kebenaran yang mereka mungkin tidak menyadarinya, yaitu bahwa tubuh mereka adalah bait Allah dan Roh Kudus, dan bahwa mereka telah menjadi ciptaan  yang baru. Sejalan dengan ini, orang Korintus tidak memahami kondisi mereka sendiri. Merek tidak tahu siapa mereka.
b. Gereja-gereja di Galatia
            Masalah yang dihadapi gereja-gereja ini bermula karena beberapa anggota gereja menambahkan syarat-syarat kepada Injil Kristus. Pengajaran ini dibawa orang-orang Yahudi yang telah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. Mereka mengatakan bahwa disamping iman kepada Yesus Kristus, manusia harus juga melakukan hukum Taurat dan harus disunat. Pengajaran ini mengacaukan iman orang Galatia.
            Banyak orang percaya pada masa kini mengalami masalah yang sama. Pada satu segi mereka percaya kepada Yesus Kristus sehingga dibenarkan, namun pada segi lain mereka berusaha melakukan hukum Taurat agar dapat mencapai kebenaran. Sikap ini menihilkan percaya mereka kepada Yesus Kristus.
            Banyak orang percaya menghadapi pergumulan yang sama di dalam kehidupan mereka. Mereka tidak menyadari bahwa kedagingan mereka beserta segala hawa nafau dan keinginannya telah disalibkan bersama dengan Kristus sehingga tidak ada lagi.
c. Orang-orang kudus di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus
            orang-orang kudus disini memiliki masalah yang sama dengan orang Galatia, walaupun telah menjadi manusia baru, tetapi masih hidup sebagai manusia lama.
d. Orang – orang kudus di dalam Kristus Yesus yang ada di Filipi ( Fil. 4:2-3 )
            Paulus mengingatkan jemaat di Filipi untuk memakai pikiran dan perasaan yang adalah pikiran dan perasaan sebagai manusia baru. Mereka tidak menyadari bahwa pikiran dan perasaan yang lama dan jahat ini sebenarnya sidah tidak ada d dalam diri mereka.
e. Orang kudus dan saudara-saudara yang setia di dalam Kristus yang berada di Kolose ( Kol. 2:11-14 )
            Kita dapat menyimpulkan masalah utama dari orang-orang kudus yang masih tetap berbuat dosa yaitu bahwa mereka hidup di dalam ketidaktahuan tentang status mereka sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali. Mereka sama sekali tidak menyadari siapa mereka  mereka sebenarnya, tidak menginsafi bahwa mereka adalah:
1.1. Ciptaan yang baru  dengan hati yang baru ( hati yang menaati segala ketetapan Allah ), roh yang baru, dan pikiran dan perasaan.
1.2. Buatan Allah, lahir dari Allah, dan bahwa benih Allah tetap berdiam di dalam mereka.
1.3. Diciptakan di dalam Kristus, dan Kristus hidup di dalam mereka.
1.4. Lahir dari Roh dan Roh Kudus ada di dalam mereka, membuat mereka menghasilkan buah Roh sebagai karakter mereka.
1.5. Lahir dari firman Allah.
1.6. Bait Allah dan bait Roh Kudus.
1.7. Bebas dari dosa dan kuasa dosa
1.8. Tidak mampu lagi untuk berbuat dosa.
            Karena ia tidak pernah tahu atau menyadari perihal status, hak ,kewajiban, dan tujuan hidupnya, dan karena ia memiliki persepsi atau konsep sendiri tentang manusia baru dan dosa, seperti:

1.1. Yesus telah membasuh segala dosa yang dahulu, tetapi bukan tabiat.
1.2. Manusia tidak akan pernah bebas dari dosa seumur hidupnya.
1.3. Manusia akan selalu dipengaruhi oleh dosa.
1.4. Selama manusia masih hidup di dalam dunia, ia akan tetap berbuat dosa
1.5. Manusia dan dosa adalah satu, mereka tidak dapat dipisahkan
1.6. Pengalaman membuktikan manusia tidak dapat bebas dari dosa.
1.7. Manusia hanya dapat bebas dari dosa apabila ia meninggal.
1.8. Walaupun kita tetap berdosa, Allah akan selalu mengampuni kita dan pada akhirnya tetap menerima kita.
            Alasan-alasan di atas begitu berpengaruh sehingga menjadi doktrin. Meskipun begitu, doktrin-doktrin tersebut tidak serasi dengan doktrin yang sehat dari Yesus Kristus.
            Biarlah manusia baru itu jujur terhadap dirinya sendiri. Kita tidak pernah menyuruh manusia untuk tidak  berbuat dosa selama kita sendiri tetap berbuat dosa. Bila manusia baru sperti ini mengakui bahwa dia dia telah berpegang pada doktrin yang salah yang menjauhkan dia dari kasih anugerah Allah, mohon kepada Yesus agar membebaskan dia dari doktrin yang palsu ini, maka dia akan betul-betuk menjadi manusia baru, bebas dari dosa kekal untuk selama-lamanya, permanen dan sempurna.
            Nama yang tepat untuk seorang manusia baru sesuai dengan Alkitab adalah sebenarnya seorang Kristen. Seorang Kristen adalah benar-benar murid Yesus Kristus, yaitu seorang yang telah bertobat, percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus, dan mengalami kelahiran baru atau dilahirkan kembali. Pada masa kini, banyak orang telah menjadi Kristen, tetapi tidak menjadi murid Kristus. Ada beberapa alasan mengapa atau bagaimana mereka menjadi orang Kristen, diantaranya adalah:
1. Kelahiran baru.
2. Karena belajar di sekolah Kristen.
3. Tinggal di lingkungan orang Kristen.
4. Memiliki teman-teman orang Kristen.
5. Menikah dengan orang Kristen.
6. Karena percaya kepada Kristus Yesus dengan segenap hati.
            Dari semua alasan di atas, yang benar-banar manusia baru adalah dia yang percaya kepada Kristus Yesus dengan segenap hati dan mengalami transformasi dari diri yang lama menjadi diri yang baru.
3. Seseorang berbuat dosa kepadanya.
                  Manusia baru tidak dapat berbuat dosa, tetapi hal ini tidak menjamin bahwa tidak ada yang akan berbuat dosa terhadap dia.. ia hanya bersikap sesuai dengan tabiatnya, yaitu karakternya. Ia tidak perlu berpikir atau belajar teknik-teknik khusus untuk menghadapi seorang berdosa yang berbuat dosa terhadapnya.
                  Sebagai manusia baru yang dari Allah, tidak dapat kecuali hanya bersikap terhadap apa saja sesuai dengan karakternya, yaitu buah Roh Kudus dan firman Allah:
a. Ia senantiasa mengampuni.
b. Ia mengasihi musuhnya.
c. Ia memberkati mereka yang mengutuk.
d. Ia berbuat baik kepada mereka yang membenci dia.
e. Ia berdoa bagi mereka yang dengki kepadanya.
f. Ia berdoa bagi mereka yang menganiaya dia.
g. Ia berdoa agar Tuhan tidak menanggungkan dosa mereka kepada mereka.
h. ia mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
            Manusia baru hanya dapat melakukan hal-hal tersebut diatas apabila seorang berbuat dosa kepadanya; dosa apa saja. Bila tidak demikian, ia bukan manusia baru, atau ia tidak  dapat menyatakan dirinya sebagai manusia baru.
4. Bukan karena dosa.
            Allah menciptakan setiap individu berbeda. Tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang identik dengan yang lain. Kembar kadang – kadang memiliki penampilan fisik yang sama, tetapi karakter mereka berbeda. Dengan seorang yang terisolasi sekalipin, perbedaan terjadi antara hati dan pkiran, batin dan keinginan.
            Di bawah ini terdapat beberapa perbedaan yang dapat menimbulkan masalah:
a. Jenis kelamin: laki-laki dan perempuan. Ada banyak perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Mereka berbeda dalam fisik, mental, emosi, persepsi, pengertian, tingkah laku, dll.
b. Umur: baru lahir, anak , pemuda, gemuk, kurus, kuat, lemah, hitam, putih, kuning, coklat.
c. Temperamen: kholorik, melankholik, plegmatik, sanguinis.
d. status keluarga: kakek, nenek, bapak, ibu, bapak tiri, ibu tori, anak pertama, anak bungsu, anak laki-laki, anak perempuan, cucu laki-laki, cucu perempuan.
e. Kebangsaan: Indonesia, Singapura,Jepang, amerika, Inggris, dll.
f. Pendidikan: tidak berpendidikan, berpendidikan, berpendidikan tinggi, dll.
h. Status sosial: kaya, miskin, majikan, karyawan.
i. Spiritual: agama yang berbeda, dogma-dogma, sekte-sekte, dll.

                  Begitu banyak perbedaan yang ada di dalam dunia yang dapat dengan mudah menciptakan atau mengundang masalah. Perbedaan-perbedaan ini tidak berhubungan dengan dosa. Disamping perbedaan-perbedaan  yang nyata, cara memandang sesuatupun dapat menyebabakan masalah.
                  Seorang laki-laki mempunyai persepsi sendiri terhadap sesuai. Demikian juga seorang wanita, seorang anak, seorang pengacara, seorang dokter, seorang arsitek, dsb. Persepsi-persepsi yang berbeda ini dapat menciptakan masalah yang tidak diundang.
                  Seperti biasanya, ia hanya mengeskpresikan dirinya sebagai manusia baru, yaitu mengatasi hal-hal yang dihadapinya dengan cara yang baginya alami, sesuai dengan karakternya yang berhubungan dengan buah Roh dan firman Tuhan.
                  Secara spesifik, beginilah manusia baru berhadapan dengan sesama yang tidak sependapat dengannya tentang sesuatu:
1). Ia mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri ( Mat. 22:39 ).
2). Ia mengasihi dengan kasih Allah ( Rm. 5:5b ).
3). Ia melakukan segala sesuatu dalam kasih ( 1 Kor. 16:14 ).
4). Ia memakai pikiran Kristus ( 1 Kor. 2:16b).
5). Ia menerima sesamanya sebagaimana ia ada ( Rm. 15:7 ).
                  Tidak  ada masalah yang dihadapi manusia baru yang tidak dapat diatasinya. Kunci keberhasilannya ialah imannya yang tanpa syarat kepada Yesus Kristus. ( 1 Yoh. 5:4-5 ).




0 komentar: