+10 344 123 64 77

Makalah

 


LAPORAN BACAAN
MISI MENURUT  PERSPEKTIF ALKITAB
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Destari Hulu
                             Nim                               :  4536
                             Tingkat                         :  III ( tiga)
                             Pengarang                    :  hjlkjn
                             Jumlah halaman           :  1-rhyre


SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA BINA MUDA WIRAWAN
INDONESIA BANTEN  2011


1.       ALKITAB DALAM PENGINJILAN DUNIA
Alkitab memberikan kepada kita tanggungjawab untuk penginjilan dunia, memberi kita injil untuk memberitakannya dan menjanjikan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sesuai dengan kenyataannya bahwa baik pada masa lampau dan masa kini tentang tigkat penginjilan gereja sepadan dengan keyakitan terhadap pengenalan akan otoritas  Alkitab.
Ada empat alasan mengapa Alkitab tidak bisa di pisahkan dari penginjilan dunia yaitu:
1.      Mandat untuk penginjilan dunia.
            Alkitab memberikan kapada kita mandate untuk melakukan penginjilan dunia ini, dan kita sangat memerlukan mandat itu. Ada  dua fenomena yang telah terjadi dimana-mana yaitu fanatisme agama dan prulalisme agama. Kaum fanatisme memperliahatkan sikap atau semangat yang tidak rasional yang dengan menggunakan kekuatan untuk memaksakan orang ang beragama lain untuk masuk kedalam agamanya sendiri  dan mebasmi yang tidak percaya. Justru terbalik dengan sikap yang prulalisme yang dengan sebaliknya mendorong. Penginjil Kristen di anggap melakukan  campur tangan yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kepada urusan privat orang yang lain. Dama mengahadapi perlawanan itu kita harus mengerti dengan jelas mandate yang sudah di berikan oleh Allah kepada kita atau lewat Alkitab sebagai firman Allah yang hidup. Ini meyangkut  Amanat Agung yang Tuhan sudah berikan kepada kita dan bukan hanya Amanat Agung itu tetapi seluruh pewahyuan Alkitab. Hanya ada satu Allah yang sejati yang hidup yang menciptakan alam semesta, Tuhan atas bangsa-bangsa dan Allah dari semua jiwa manusia. Allah telah memanggil Abraham dan membuat perjanjian dengan Abraham bahwa melalui Abraham karena di jadikan keturunan menjadai banyak dan meberkati semua kaum yang ada di muka bumi ( Kejadian 12:1-4).  Ini merupakan teks fondasi misi Kristen. Jadi melalui Abraham semua bangsaakan di berkati yaitu karena Kristus dan umat Kristus, jadi iman kepercayaan kita adalah milik Kristus maka kita adalah anak-anak rohani Abraham dan memikul tanggung jawab untuk semua dunia ini atau tanggungjawab untuk semua manusia. Juga para nabi di dalam perjanjian lama bagaiman Allah akan menjadikan Sang Kristus ahli waris dan terang bagi bangsa-bangsa( Mzr. 2:8; Yes. 42:6; 49:6). Pada saat Yesus datang kedalam dunia ini Ia mengesankan janji-janji ini.  Dalam konsekuensi kosekuaensi universalNya itulah ia memerintahkn para pengikutNya untuk menjadikan semua bangsa muridNya membaptis mereka kedalam umat baruNya dan mengajarkan kepada mereka semua apa yang di ajarkan kepada mereka semua apa yang telah di ajarkanNya ( Matius 28:19). Jadi mandate kita untuk menginjili dunia adalah seluruh Alkitab. Pribadi Kristen dan gereja-gereja local yang tidak memiliki komitmen untuk menginjili dunia berarti menyangkal bagian esensial dari identitas yang di berikan Allah kepada mereka dan manat penginjilan itu tidak bisa di lakukan.



2.      Berita untuk penginjilan dunia.
Alkitab meberikan imformasi kepada kita untuk melakukan penginjilan dunia. Kovenan Lausane memberi defenisi tentang penginjilan menurut beritanya dalam pasal empat dimulai dengan “ menginjili berarti menyebarkan kabar baik bahwa Yesus Kristus telah mati untuk dosa kita dan di bangkitkan dari antara orang mati ssuai dengan kitab suci, dab bahwa sebagai Tuhan yang memerintah, Ia menawarkan pengampunan dosa dan Karunia Roh kudus yang membebaskan kepeda semua yang bertobat dan percaya”. Berita kita berasal dari Alkitab. Berita itu telah di berikan kepada kita. Kita tidak di biarkan untuk mengarangnya sendiri berita itu telah di percayakan kepada kita sebagai titipan yang sangat berharga dan kita sebgai pelayan yang setia harus memelihara dan meberitakannya unutk keluarga Allah (1 Tim. 6:20; 2 Tim. 1:12-14; 2 Kor. 4:1-2). Hanya ada satu injil yang di sepakati oleh semua rasul ( I Kor 15:11), Paulus akan meminta kutuk Allah atas siapa saja termasuk dirinya sendiri yang memeberitakan sebuah Injil yang lain dari Injil yang sebenarnya yang harus kita beritakan yang penuh dengan anugerah Allah ( Gal. 1:6-8). Kadang juga murid-murid Yesus menggunakan injil dengan berbagai cara yaitu:
a.       Berkaitan dengan pengorbanan ( penumpahan dan pemercikan aah Yesus Kristus).
b.      Kadang bersifat mesianis( kedatangan pemerintahan yang dijanjikan oleh Allah).
c.       Kadang berkaitan dengan hukum ( hakim yang menyataka bahwa yang tidak benar itu di benarkan).
d.      Kadang personal ( Bapa yang mendamaikan anak-anakNya yang menyimpang dari jalanNya yang benar).
e.       Kadang berkaitan dengan penyelamatan ( pembebas sorgawi yang menyelamatkan yang tidak berdaya).
f.       Kadang juga bersifat kosmis ( Tuhan universal yang mengklaim kekuasaan universal).
Karena injil berasal dari Allah kita harus menjaganya karena dimaksudkan unutk orang modern, kita harus menafsirkannya. Kita harus mengombinasikan ketepatan ( secara terus menerus mempelajari situasi yang kontenporer).

3.      Model untuk penginjilan dunia.
 Alkitab memberi kepada kita untuk melakukan penginjilan dunia. Selain berita ( apa yang hendak kita beritakan ) kita membutuhkan sebuah model ( bagiamana mengatakannya). Alkitab juga memberi model yaitu alkitab bukan sekedar brisi tentang berita Injil “ Ia adalah injil. Melalui alkitab, Allah sendiri sesungguhnya meberitakan injil yaitu menyamapikan kabar yang baik kepada dunia. Seperti yang telh di nyatakan oleh Rasul Paulus tentang Kejadian 12:3, bahwa kitab suci sudah lebih awal memberitakan injil kepada Abraham( Gal. 3:8). Dalam pengilhaman Alkitab, Ia telah memberi kepada kita sebuah model dalam memberitakan injil yang sangat indah. Pada dasarnya, prinsip yang sama telah di gambarkan dengan baik dalam pengilhaman akan kitab suci maupaun inkarnasi Yesus. Firman itu telah menjadi manusia yang sangat ilahi dan telah di beritakan yang menusiawi. Yesus turut menjadi sama dengan kit, walaupun Ia tidak meninggalkan identitasNya sebagai Anak Allah. Dan prinsip penelitian tampa kehilangan indentitas ini adalah model unutk semua penginjilan, kususnya penginjilan lintas budaya. Kovenan Lausanne mengungkapkan prinsip itu dalam kata-kata para pekabar Injil kristus harus berusaha dengan renda hati mengosongkan diri mereka dari segal sesuatu kecuali autentisitas persolan mereka agar bisa menjadi pelayan orang. Dr. Rene Padilla di kecam Lausanne( kongres tentang penginjilan dunia 1974 –ed), karena ia telah mengatakan bahwa Injil yang di ekspor oleh bebrapa penginjil dari eropa dan dari Amerika utara adalah “ kekristenan budaya” yakni berita Kristen yang telah di selewengkan oleh cultur materialis dan konsumeris barat. Ketika Allah berkata kepad kita dalam kItab suci Ia menggunakan bahasa manusia, dan ketika berkata kepada kita, dalam Kristus, Ia mengambil rupa manausia. Unutk menyatakan diriNya, Ia telah mengosongkan diriNya dan bahkan Ia merendahkan diriNya ( Filipi 2:7-8). Ini merupakan model penginjilan yang telah di berikan oleh Alkitab. Dalam semua penginjilan yang autentik , terdapat pengosongan diri dan kerendahan diri ; tanpa itu kita akan menyangkal Injil dan menggambarkan Kristus yang kita beritakn secara keliru.

4.      Kuat kuasa untuk melakukan penginjilan dunia.
Alkitab telah memberikan kepada kita unutk melakukan penginjilan akan dunia. Tetapi kita orang Kristen alkitabiah cukup mpolos untuk mempercayai apa yang telah di ajarkan oleh Yesus dan para RasulNya. Kita menganggap sangat serius kenyataan bahwa, dalam kata-kata yohanes “ seluruh dunia di bawah kuasa si jahat” ( I Yoh. 5:19). Kitapun membuktikan dengan melihat kekuasaanNya dalam dunia masa kini dalam kegelapan penyembahan berhala dan ketakutan akan roh-roh dalam tahkayul dan fatalism, dalam pengabdian kepada allah-allah yang sebenarnya tidak ada, dalam materiliasme egois barat, dalam penyebaran komunisme atheis, dalam perkembangbiakan kultus-kultus dengan tidak rasional, dalam kekerasan dan agresif, dan dalam meraja lelanya kemerosotan dari standar-standar mudlak kebaikan dan kebenaran.  Semuanya adalah pekerjaan dia yang di sebut pembohong dalam kitab suci, pembohong, penipu, pemfitnah dan pembunuh. Jadi pertobatan dan pembaharuan orang Kristen tetap merupakan keajaiban kasih karunia Allah itu adalah puncak perlawanan kekuasan antara Kristsu dan iblis, atau dalam perumpamaan apokaliptik yang sangat gambling antara Anak Domba dan naga. Bagaimana kita masuk kedalam kemuliaan Kristus dan menggulingkan kekuasaan iblis? Luther dengan jawaban yang ia berikan kepada kita yaitu ein Wortlein Will ihn fallen ( sepata kata kecil akan merubuhkan). Di dalam firman Allah di dalam pemberitaan Injil terdapat kuat kuasa. Mungkin ungkapan yang sangat dramatis tentang hal ini  di dalam Perjanjian baru ( II Kor. 4), di situlah Paulus menggambarkan “ orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah di butahkan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya kemuliaan Kristus”. Injil adalah cara yang di tentukan oleh Allah yang melalui putera kegelapan di kalahkan oleh dan cahaya itu datang mengalir kedalam hati orang. Injil Allah mengandung kekuasaan-kekuasaanNya untuk menyelamtkan ( Roma 1:16)


5.      Lepaskanlah di dalam dunia!.
Firman akan membuktikan asal-usul lewat kuasa ilahaiNya. Tanpa alkitab maka dalam melakukan penginjilan dunia tidak akan mungkin. Karena tanpa Alkitab maka kita tidak akan memiliki Injil unutk di sampaikan kepada bangsa-bangsa, tidak akan dan perintah untuk mebreitakannya kepada mereka, tidak ada gagasan bagaimana melakuakn tugas penginjilan itu, dan tidak akan da harapan keberhasilan apapun. Alkitablah yang memberikan kepada kita mandate, berita, model, dan kekuasaan yang kita butuhkan dalam meberitaka injil kepada dunia ini. Untuk itu marilah kita berusaha untuk memilki injil itu melalui peneliatan dan renungan yang tekun di hadapan Tuhan. Kiat harus memperhatiakan panggilanNya, dan memahami pesanNya, ikuti arahNya, dan percaya kepada kekuasaan Allah.

2.      ALLAH YANG HIDUP ADALAH ALLAH YANG MISIONER
Ada banyak orang pada zaman ini telah memusuhi penginjilan Kristen dengan anggapan bahwa memecah belah secara politis, dan secara agamawi berpandangan picik yaitu menyatakan mengenai Yesus, selain itu orang yang terlibat dalam melakukan penginjila itu di anggap menderita menderita imperialism yang arogan. Usaha dalam memperkenalkna Kristus kepada orang lain di tolak sebagai campur tangan yang tidak akan dapat di maafkan dalam kehidupan pribadi mereka. Untuk itulah kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus kristus kita sangat penting untuk mengetahui secara dalam atau memahami dasar yang dapat menopang misi Kristen. Orang kristen alkitabiah memerlukan insenif alkitabiah karena kita mempercayai Alkitab sebagai pnyaan Allah dan kehendakNya. Jad kalau ada pertanyaan yang mengatakan bahwa apakah Allah dalam Alkitab menyatakan bahwa “ misi” adalah kehenak bagi umatNya? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita akan sangat puas. Jadi masalhnya di sini adalah soal kepatuhan kita trhadap Allah, apapun yang di pikirkan oleh orang lain.
Dalam Perjanjian lama kita akan dapat memusatkan pikiran walaupun Alkitab penuh dengan bukti tetang maksud missioner Allah:
1.      Panggilan Atas Abraham
Allah telah memberikan janji kepada Abraham yang tediri dari tiga unsure. Janji Allah dengan Abraham adalah merupakan dasar yang pnting untuk kita ketahui untuk melakukan misi Kristen dan memahami Alkitab. Yang sangat perlu untuk kita ketahui dan perhatikan secara mendalam adalah latar janji Allah dan konteksnya sehingga ita dapat membagi penelitian dalam dua bagi yaitu:
a.       Janji ( tepatnya apa yang telah di katakan oleh Allah akan  di lakukan oleh Abraham).
b.      Penggenapannya( bagaiman Allah telah menepati dan akan menepati janjiNya
Kita sangat perlu unuk memahami latar yang telah di berikan Allah itu kepada Abraham yang terdapat di dalam Kejadian 12. Jadi kita merasa sangat tersinggung kalau yang namanya kekristenan di rendakan dan dianggap sebagai salah satu dari agam-agam dunia. Jadi dapat juga di katakan seakan-akan Allah orang Kristen ada allah-allah lain. Ini yang sangat tidak benar. Mengapa ? hanya ada satu Allah yang hidup dan sejati yang telah menyatkan diriNya sepenuhnya dan akhirnya dalam AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus yang kita kenal sebagai juruselamat dunia ini.
2.      Janji.  Allah telah memberikan janji kepada Abraham. Sebuah janji yang terdiri dari beberapa unsur.
a.Janji tentang keturunan.
Ia harus meniggalkan sanak saudarnya dan rumah bapanya dan sebagai penggati kehilangan keluarganya itu. Allah akan membuat dia menjadi bagsa yang sangat besar. Allah telah mangganti nama Abram manjadi Abraham yang berarti bapa orang banyak
b.      Janji tentang negeri
Pangilan Allah terjadi dalam dua tahap pertama di Ur-Kasdim ketika bapaknya masih hidup ( Kej. 11:31; 15:7), sesuda itu di Haran setelah bapa Abraham meninggal ( Kej. 11:32; 12:1). Abraham telah meniggalkan ngerinya dan sebagai gantinya Allah akan memberikan kepadanya negeri yang lain.
c.       Janji tentang berkat.
Perkataan “ memberkati” berapa kali muncul di dalam Kejadia 12:2-3. Brka yang telah di janjikan oleh Allah dan akan di berikan kepada Abraham akan melimpah kepada semua umat Tuhan.

Penggenapan
Janji Allah kepada Abraham memperoleh penggenapan historis langsun dalam keturunan jasmaninya yakni umat Israel. Janji Allah kepada Abraham tentang keturunan yang sangat tidak bisa terhitung banyaknya di tegaskan pada anaknya Ishak ( Kej. 26:4” seperti bintang di langit”, dan cucunya Yakub ( Kejadian 32:12) ‘ seperti pasir di laut”. Tentang penggenapan ini kita kan dapat meilhat beberapa tahap yaitu sebagai berikut:
a.       Menyangkut tahun-tahun perbudakan di Mesir dan tentang hal ini tertulis dalam Kitab Keluaran 1:7 bnd. Kis 7:17.
b.      Waktu raja Salomo menyebut Israel “ suatu umat yang besar yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya” ( I Raja-raja 3:8).
c.       Yeremia mengingatkan kepada Israel mengenai penghakiman dan pembuangan yang akan datang dan menambahkan janji ilahi tentang pemulihan ( Yeremia 33:22).
Perspektif Perjanjian Baru sangat perluh kalau kita membaca nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama. Karena apa yang tidak kita lihat Perjanjian Lama ialah penjelasan tentang bagaimana janji karunia Allah akan melimpah dari Abarham dan keturunannya kepada “ semua orang di muka bumi”. Hanya di dalam Yesus saja nubuat-nubuat di genapi karena hanya pada zamanNya semua bangsa di ikut sertakan kedalam kedalam komunitas yang di selamatkan.
      Janji Allah kepada Abraham mendapat penggenapan lebih lanjut atau penggenapan injilinya dalam Kristus dan gerejaNya. Matius menelusuri hingga kepada Abraham bukan saja daftar nenek moyang Yesus Kristus tetapi injil Yesus Kristus. Ia tahu bahwa yang di tulisnya adalah penggenapan janji purba Allah kepada Abraham yang di berikanNya sekitar dua ribu tahun yang lalu ( Luk 1:45-55; 67-75). Maka Matius walaupun orang yang paling Yahudi dari keempat penulis injil kemudian penulis perkataan Yesus.
      Jadi siapakah keturunan sejati Abraham para ahli waris atas janji Allah kepada rencanaNya itu? Rasul Paulus tidak membiarkan kita dalam keraguan. Mereka adalah yang percaya kepada Kristus, bangsa apapun mereka. Seperti yang telah di jelaskan dalam Roma 4 rasul  Paulus menjelaskan bahwa ia bukan hanya memberikan pembenaran oleh iman, tetapi juga menerimah berkat tersebut sebelum ia bersunat. Jadi kita dapat melihat bahwa Abraham adalah bapa dari semua yang bersunat maupun yang tidak bersunat.
      Surat kepada Ibrani menunjuk kepada suatu “ tempat perhentian” yang pada saat ini telah di duduki umat Allah karena mereka mempunyai iman Ibrani 4:3. Bahkan dalam sebuah pernyatan yang luar biasa, Rasul paulus menunjuk kepada janji yag telah di berikan oleh Allah kepada Abrham dan keturunanya bahwa ia akan memiliki dunia ( Roma 4:13).
      Janji Allah kepada Abraham kan memperoleh penggenapan terakhir atau eskatologis dalam tujuan zaman akhir semua orang percaya kepada Yesus akan memperoleh keselamatan.
Jadi apa yang telah kita lihat dan pelajari bagaiman janji itu diberikan kepada kita maka kita dapat memberi kesimpulan sebagai berikut.
1.      Ia adalah Allah sejarah.
2.      Ia adalah Allh perjnjian.
3.      Ia adalah Allah berkat.
4.      Ia adalah Allh penuh rahmat
5.      Ia adalah misi.
3.PANGGILAN MISIONER ISRAEL
1. Orang bukan Yahudi Perjajian Lama menjadi Percaya.
Satu fenomena yang kita bisa lihat bahwa orang yang bukan yahudi yang menjadi percaya kepada “ keturunan” atau “ manusia Perjajian”. Yang akan datang bukan tidak di ketahui atau tanpa peringatan secara terus menerus dalam Alitab Perjanjian Lama. Tidak usa kita mengingat tentang semua kota yang bertobat pada waktu ijil di kabarkan oleh seorang yahudi seperti, Yunus dan orang Ninewe
      Tetapi mungkin masih ada orang yang ragu bahwa Perjanjian lama tidak tertutup tetapi terbuka dengan memerintahkan kepada orang yang percaya dan  kepada orang-orang yang di utus dalam Perjanjian lama yang akan pergi kepada orang bukn Yahudi.
3.      Tiga perikop Dasar
Ada tiga perikop dasar yang memperlihatkan bahwa Allah justru melakukan hal itu yakni Kejadian 12:1-3; Keluaran 19:5-6; Mzr. 67. Jadi sangat penting perikop ini untuk kita pahami tentang mandate missioner yang telah di tetapkan oleh Allah untuk seluruh umat Israel sehingga tidak akan dapt mengerti PL dengan jelas tanpa mengerti ketiga perikop ini dalam konteks misi. Secara singkat, pesan perikop ini adalah panggilan Allah kapada kita untuk:
a.       Menyatakan rencanaNya untuk memberkati bangsa-bangsa ( Kej. 12:3).
b.      Berpartisipasi dalam keimamanNya sebagai perantara berkat itu ( Keluaran 14:4-6).
c.       Membuktikan maksudNya unuk memberkati semua bangsa ( Mzr 67).
Kata yang sama menentukan karakter dari semua perikop ini di awali dengan firman Allah kepada Adam dan Hawa “ Allah memberkati mereka, lalu Allah Allah berfirman kepad mereka : beranak cuculah dan bertambah banyaklah” (Kej. 1:28), sebagaimana Ia juga dengan murah hati berjanji akan memberkati semua binatang.  Arti yang sangat penting dari perikop yang paling agung dari smua perikop yang berkaitan dengan misi ini tidak akan dapat semua di pahami sampai kita mulai menyadari bahwa sebenarnya ada tiga janji berkat dalam Kejadian 12:2-3 dimana Allah memberikan janjiNya yaitu:
a.       “ Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang sangat besar”.
b.      “ Aku akan memberkati engkau”’ dan
c.       “ Aku akan membuat namaMu masyur”
d.      “ Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau”
e.       “ Aku akan mengutuk mereka yang mengutuk engkau”.
Ini menjelaskan mengapa begitu banyak berkat. Abraham dan keturunannya akan menjadi misionaris dan saluran kebenaran sejak permuaan sekali. Sengat penting unutk kita ketahui bahwa kata kerja Ibrani tentang masalah ini harus di artikan sebagai kata kerja yang sangat pasif ( yangnegatif) dan bukan refresif ( memberkati diri mereka sendiri), karena semua tata bahasa Ibrani, versi, dan pemehaman tentang  Perjanjian Baru yang lebih tuan menegaskan tentang hal ini. Ini soal anugerah bukan pekerjaan atau peniruan.
Keluaran 19:4-6. Pertisipasi dalam keimamanNya.
Allah menentukan tiga pelayanan untuk keturunan Abraham. Menjadi harta kesayangan Allah. Dalam bahasan ingris “ peculiar” yang berasal dari kata latin yang berarti barang yang berharga atau barang yang bergerak yang bebrbeda dari barang yang tidak bergerak dan tidak berkaitan dengan tanah seperti permata, saham atau surat hobikasi.
Mazmur 67. Membuktikan maksudNya
Sangat penting untuk kita ketahui bahwa Mazmur missioner ini telah menubuatkan apa yang akan di berikan oleh Allah melalui Harun dan para Imam kepada semua orang. Tujuan berkat yang cakupannya diperluas ini segera di berikan dalam ayat 3” supaya jalanMu di kenal di bumi, dan keselamatanMu di antara segala bangsa” itulah sebabnya mengapa ALLAH murah hati dan memberkati orang Israel dan semua orang yang percaya. Sesuai dengan Kejadian 12:3.
Pemazmur mengajak kita unutk melihat secara nyata dan menguji Allah karena ada tiga alas an. Alasan itu sangat cocok dengan struktur yang dapat kita amati.
1.      Karena Allah telah mangasihani kita ( 2-4)
2.      Karena Allah memerintah dan menuntun semua bangsa ( 5-6).
3.      Karena kemahabaikan Allah ( 7-8).
Pemazmur mendambakan dan sangat menginginkan agar Allah, raja Israel dikenal sebagai Tuhan dan juruselamat semua kaum di muka bumi.


4.      DASAR ALKITABIAH UNTUK MANDAT PENGINJILAN SEANTERO DUNIA
Ada empat motif dalam Perjanjian lama yang membentuk basis yang sangat penting bagi panggilan Perjanjian Baru pada gereja untuk telibat dalam pekerjaan misi seantero dunia. Adapun keempar motif itu adalah sebagai berikut
1.      Motif universal
2.      Motif pertolongan dan penyelamatan
3.      Motif missioner
4.      Motif perlawanan
1.MOTIF UNIVERSAL
1. Daftar bangsa-bangsa di dalam Kejadian 10
Gerhard von Rad menggambarkan perikop ini sebagai penutup sejarah penciptaan. Inilah salah satu kebenaran fundamental Kej. 1-11, yaitu catan atas permulaan sejarah; ini juga terdapat di dalam cerita yang mengharukan mengenai akhir sejarah, yakni di dalam kitab Wahyu Yohanes. Allah yang menyatakan diriNya sndiri kepada umat Israel dan telah diam di antara kita  Yesus Kristus mengindentifikasi diriNya sebagai yang Awal dan Yang Akhir. Yesus tidak akan melepaskan tugasNya hingga bahasa dan bangsa dan satu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat di hitung jumlahnya berkumpul di hadapan tahtaNya ( Wahyu 5:9-10; 7:9-17). Allh telah menunjukkan jalan secara langsun melalui kegiatan manusia yang melelahkan dan lamban dalam sejarah untuk mencapai maksudNya di tengah bangsa-bangsa.

2.Pilihan  Allah atas umat Israel dengan mempertimbangkan bangsa-bangsa
Pilihan Allah atas Abraham dan Israel menyangkut seluruh dunia. Ia sangat serius menangani Israel justru karena mempertahanakan pribadinya atas seluruh Israel. Ia membutuhkan sebuah bangsa unutk berfirman kepad dunia sepanjang zaman. Hal ini sangat penting di tekankan oleh pemahaman yang tak terjumlah banyaknya belakangan ini: Allah memilih bangsa Israel dalam persiapan untuk membuka dan mnyingkapkan maksud universalNya.
4.      Perkembangan motif universal dalam pembuangan
Pada abad ke-7 dan abad ke -6, bangsa Israel membuka matanya dengan maksud universal Allah. Pada saat bangsa Israel melewati pengalaman malapetaka yakni di kalahkan oleh Babel dan di angkut ke pembuangan para nabi melihat betapa nasib bangsa Israel terkait erat dengan sejarah bangsa-bangsa.
Visi apokaliptik Daniel telah menubuatkan kedatangan Anak Manusia yang kerajaanNya akan mengakhiri kerajaan-kerajaan dunia yang sangat bengis dan yang wilayahNya akan mencakup semua bangsa-bangsa ( Daniel 7:1-29).
1.      MOTIF PERTOLONGAN DAN PEMBEBASAN
a.       Yahwe penebus Israel
Karya Allah yang menolong dan menyelamatkan baik bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain terkait erat dengan tema universal ALLAH. Yahwe yang adalah Allah seluruh bangsa-bangsa dan Allah bumi ini meyatakan kasihNya dan FirmanNya kepada Israel dengan membebaskan umatNya dari perbudakan dengan tangan kuasaNya yang sangat dahsyat dan kuat ( Ulangan 9:26; 13:5; 15:15; 24:18). Hanya Allah yang menyelamatkan umatNya dari perbudakan. Jadi hanya ada satu Allah kita sehinggah kita sangat di tuntut agar kita jangan menyembah allah lain ( Keluaran 20:3). Bangsa Israel dari antara bangsa-bangsa telah terpilih menjadi bangsa kepunyaan Allah dengan berdasarkan pada kekuasaanNya dan pembebasan yang Ia sudah berikan kepada umatNya, sehingga umatNya mengembalikan puji-pujian kepadaNya serta ucapan syukur.
b.      Yahwe penebus bangsa-bangsa
Nabi –nabipun menyadari bahwa bukan hanya bangsa Israel yang akan menerima kehendak Allah dalam membebaskan. Allah berkehendak untu membebaskan dunia dari perbudakan dosa. Para nabi-nabi menggambarkan bangsa-bangsa lain ketika kembali ke Yerusalem di mana Allah bangsa akan muncul sebagai Tuhan akan segala bangsa-bangsa seperti yang telah di katakan dalam kitab Yes. 2:1-4; Mikha 4:1-4; Yeremia 3:17; Yes 25:6-9; Yes 60; Zakaria 8:20-22.
c.       Metode Allah dalam mencapai pembebasan
Alkitab menerangkan bagaimana cara Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dan juga bangsa-bangsa yang lain.  Nyanyian hamba yang ke empat yang terdapat di dalam Kitab Yesaya pasal 53 yang telah menyingkapakan rahasia bagaimana hamba Tuhan Allah akan menunaikan misiNya. Perikop yang sangat menggugah ini menggambarkan hamba yang menjadi korban pembataian manusia paling kejam. Korban penghakiman yang sudah di berikan kepada Hamba yang menderita merupakan pengganti atas penghakimn bangsa Israel maupun bangsa-bangsa yang lain. Hamba itu harus menderita untuk membawah bangsaNya kepada jalan yang penuh dengan kebenaran. Pada perikop ini juga menggambarkan bagaimana bangsa-bangsa sebagai karunia Yahwe kepada hamba sebagai upah atas ketaatanNya yang rela menderita sampai Ia mati. Ia sangat berhak untuk membawah bangsa kepada keselamatan dan pemulihan bagi semua bangsa. Kita harus memahami yang telah di katakana oleh rasul Paulus yang adalah rasul untuk orang yang bukan Yahudi, telah mendasarkan panggilan Allah kepadanya untuk melakukan misi sedunia.
2.      MOTIF MISIONER
Para nabi tidak pernah merasa puas untuk mengingatkan kepada bangsa Israel bahwa mereka di pilih  bukan sesuatu hal yang istimewah yang dapat secara egois untuk dapat mereka pertahankan  bagi mereka sendiri; pemilihan kepada mereka adalah untuk melayani Tuhan yang telah menyelamatkan mereka karena panggilan itu mencakup untuk menjadi saksi bagi bangsa-bangsa dan juga mereka di haruskan untuk menjadi tanda bagi bangsa-bangsa lain bahwa Allah adalah pencipta dan pembebas seperti yang sudah di tujukan dalam naynyian Hamba dalam Yesaya 49:6. Sangat penting untuk kita catat bahwa sejak perang dunia II ada banyak misiolog telah menekankan kehadiran Kisten sebagai salah satu cara terpenting untuk terlibat dalam pekerjaan misi sekarang ini. Dengan banyak alasan dan cara mereka telah mengklaim bentuk yang lain bahwa bentuk kesaksian yang paling pas hanyalah dengan benar-benar menjadi umat yang khas dan harus tinggal dengan masyarakat lain. Tapi gagasan ini bukanlah hal yang tepat untuk kita bicarakan sekarang ini.
Sastra hikmat PL sangat mirip baik dalam bentuk maupun isinya dengan budaya Yunani Mesir. Dapat kita buktikan bahwa Israel menggunakan sastranya sebagai sarana mengkomunikasikan kepercayaannya kepada bangsa-bangsa yang lain.
3.      MOTIF PERLAWANAN
Motif perlawanan jalin menjalin dengan semua motif yang telah kita pelajari di atas yaitu pergumulan penuh tenaga antara Yahwe melawan kekuasaan dan kekuatan yang menentang wewnangNya yang membbaskan dengan kasih karuniaNya. Allah bertempur melawan allah-allah palsu yang di ciptakan oleh tangan manusia dari dunia yang di ciptakan, dipuji, dan gunakan untuk tujuan-tujuan mereka sendiri. Semua perjanjian lama membara pada keinginan keras untuk mengalahkan kekuasaan-kekuasaan yag menentang ini. Ada visi agung yang telah di tetapkan di sini tentang kerajaan yang akan datang di mana semua hubungan akan di pulihkan dngan benar dan semua ciptaan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan semua ciptaan yang lainnya mnjadi sesuai dengan yang sebenarnya dengan maksud Allah yang benar dengan ciptaanNya ( Yes. 2:2; Mikha 4; dan Yes. 65). Ini adalah tema yang sangat pening untuk pastisipasi missioner. Melakuakan partisipasi dalam misi itu sangat tidak mungkin kecuali orang juga berperang melawan setiap bentuk perlawanan trhadap maksud-maksud Allh di manapun perlawanan itu terjadi, entah di gereja, dunia bangsa-bangsa, atau kehidupan kita sendiri.
4.      KITAB YUN
Sangat penting untuk memahami dasar alkitabiah misi karena kitab itu membericarakan mandat Allah kepada umatNya mengenai orang bukan Yahudi dan dengan demikian berfungsi sebagai langka kesiapan untuk mandate missioner dlam Perjanjian baru. Yunus adalah satu pelajaran dalam mendidik sseorang unutk manjadi misionaris: kitab ini menyingkapkan perlunya pertobatan radikal dari kecenderungan alami sesesorang dan perubahan kehidupan secara total sehingga hidup itu dapat melayani dalam misi.
1.      Latar belakang
Judul kitab ini adalah nama seorang pribadi nabi yang sangat keras kepala, Yunus dan mengingatkan kita kepada Yeroboam bin Yoas ( 787-746 SM). Pengarang menggunakan nama pribadi ini untuk menggambarkan kepada pembacanya seorang misionaris yang tidak memperdulikan orang Yahudi dengan sperti orang farisi kemuadian tidak tahan melihat Allah yang memperlihatkan kasih karunia kepada mereka. Penulis Yunus mengingatkan para pembacanya atas sikap yang tidak toleran ini dan menjukan pertanyaan kepada mereka masing-masing apakah ia bersedia di arahkan menjadi pelayan yang bekerja unutk menuaikan mandate-mandat Allah.
      Merupakan sebuah keajaiban dalam kitab Yunus, dengan peringatan keras yang melawan etnosentrisme, masuk kanon kitab suci. Yunus secara tepat dan jujur mengungkapkan usaha manusia untuk menyabot rencana Allah. Terhadap dunia ini supaya orang yang membacanya Israel, gereja perjanjian baru dan kita bisi mendengar apa yang akan di katakan oleh Roh Kudus melalui kitab kecil ini.
2.      Tinjauan singkat atas delapan adegan dalam buku Yunus
a.       Yunus menerima perintah unutk pergi ke Ninewe. Biasanya Pel berseru kepada bangsa-bangsa lain untuk datang ke Zion, gunung Allah. Jadi apa yang di lakukan oleh Yunus seperti murid dalam Perjanjian baru ( Matius 28:18-20), di perintahkan untuk pergi. Di dalam terjemahan Septuaginta atau LXX Alkitab Yunus menggunakan kata Porettomai. Allah memberikan perintah kepada nabi Yunus untuk pegi ke kota Ninewe untuk menyerukan penghakiman yang akan di lakukan oleh Allah terhadap Ninewe itu dan memanggilnya unutk bertobat, tetapi Ynus menolak akan apa yang telah di perintahkan oleh Allah kepadanya.
b.      Allah menanggapi pelarian Yunus itu dengan mengirim badai yang sangat besar ( Yunus 1:4-16). Dalam adegan ini awak kapal mewakili orang yang bukan Yahudi, orang yang tidak sama sekali tidak di perhatikan oleh Yunus namun mereka sendiri telah peduli untuk menyelamatkan Yunus.
c.       Seekor ikan besar yang atas perintah Allah membuka mulutnya dan menelan Yunus serta memuntahkannya ke darat pada waktu yang tepat (1:17). Dengan usaha Yunus untuk lari dari panggilan Allah mengahasilakan apa karena siapapun yang lari dari hadapan Allah tidak akan bisa karena Allahlah yang melakukan semua, sehingga Yunus tidak dapat melepaskan diri dari  mandate missioner Allah.  Allah yang telah mengadakan badai sehingga dengan cara itu Yunus telah di lemparkan kedalam laut sehingga dengan kehendak Allah ia di telan oleh ikan besar sebagai bagian dari rencana Allah untuk menyalamatkan Ninewe.  Yahwe melanjutkan rencanaNya dengan memperbaharui dan mempersiapkan ornga yang akan di utusNya untuk melaksanakan rencanaNya kepada kota Ninewe.
d.      Yunus memohon dengan sangat kepada Allah supaya Allah menyelamatkan dia dari perut ikan besar itu ( 2:1-4). Usaha Yunus agar Allah menyelamatkan dia dari perut ikan dengan doa dan iapun mengutip sejumlah mazmur dengan menanti-nantikan akan apa yang akan di lakukan oleh Allah kepadaNya. Tuhanpun menanggapi akan apa yang telah di lakukan oleh Yunus lalu dengan tindakan kuasaNya Allah berfirman kepada ikan itu sehingga ikan itu memuntahkan Yunus ke darat. Melalui penyelamatan yang Ynus di terimah oleh Yunus dari Allah maka tanpa di sadari Yunus menjadi saksi akan karunia penyelamatan Allah.
e.       Allah memulai perintahNya kepada orang yang hidupnya justru menegaskan kebenaran dari apa yang telah di akuinya dalam perut ikan ( Yunus 3:1-4).keselamtana adalah dari Allah ( 2:9). Septuaginta menggunakan kata kerygma dalam ( Yunus 1:1-2) kata ini merangkum misi Yunus: ia harus menyatakan akan apa yang telah di perintahkan oleh Allah kepadanya dengan menyerukan kepada kota Ninewe bahwa kalau mereka tidak bertobat maka mereka akan di hancurkan oleh Allah. Pesan Allah menjadi ancaman dan janji, penghakiman dan Injil.
f.       Ninewe menanggapi seruan Yunus untuk bertobat. Dengan seruan oleh Yunus kepada Ninewe itu menjadikan mereka untuk melakukan perkabungan di hadapan Tuhan yang hendak melakukan murkaNya kepada mereka kalau mereka tidak bertobat. Raja Ninewe mananggalkan jubahnya dan ia turun dai singgasananya dan duduk di atas abu sebagai tanda yang semua rayat melakukan perkabungan di hadapan Tuhan dan Tuhanpun menanggapi akan tindakan yang sudah di lakukan oleh Ninewe. Apa yang terus di tolak oleh bangsa Israek justru di lakukan oleh orang yang bukan Yahudi yang kafir. Allah melihat perbuatan mereka bagaimn mereka berbalik dari tingka lakunya yang sangat jahat maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah di rancangkanNya kepada mereka dan Allah tidak jadi untuk melakukannya.
g.      Rintangan terbesar unutk di atasi dalam menuanaikan mandat missioner bukanlah para pelaut, bukan ikan, bukan raja, bukan penduduk Ninewe melainkan Yunus sendiri dan keras kepala bahkan picik ( 4:1-4). Dalam pasal 4  menggambarkan Yunus yang telah meninggalkan kota dan tinggal di sebelah timurnya. Yunus sangat marah karena Allah telah memperluas kasih karuniaNya melampaui batas-batas Israel kepada orang  yang bukan Yahudi. Yunus menginginkan tindakan Allah seperti apa yang di kehendakinya yang teguh melawan orang kafir. Yunus tidak menerima orang bukan Yahudi sebagai bagian sejarah keselamatan. Mengapa Yunus demikian marah? Semuanya itu karena Allah memperlakukan mereka di luar perjanjianNya sama dengan mereka yang di dalam perjanjian itu.
h.      Allah berusaha memberikan pengajaran kepada misionarisNya yang bebal itu ( 4:5-11).  Sebatang pohon jarak tumbuh dengan cepat dan memberi perlindungan kepada Yunus dari sengatan matahari, namun pohon itu cepat mejadi layu dan akhirnya mati karena gerekan ulat. Di situ Yunus marah. Lalu Allah berpaling kepada murid-murid sekaligus misionarisNya itu dengan menggunakan pohon itu sebagai pelajaran. Allah menyelamatkan dan menolong juga orang Ninewe berarti Allah juga adalah Allah orang Ninewe. Kita jangan menjadi seperti Yunus yang dengan kehendaknya ingin Allah melakukan apa yang seperti keinginannya setelah ia melakukan apa yang telah Allah perintahkan kpadanya. Allah tidak pernah memaksa kita untuk melakukan misiNya. Dengan lemah lembut Allah telah memanggl kita sehingga dengan segenap hati kita harus melakukan misi Allah itu. Gereja Perjanjian baru harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan pesan Kitab Yunus. Yesus Kristus lebih dari Yunus ( Matius 12:39-41; Luk. 11:29-32). Penderitaan dan kematianNya di atas kayu salib dengan seruanNya yang mengerikan karena telah di tinggalkan oleh BapaNya yang di sorga dan kebangkitanNya dengan sorak gembira kemenangan adalah tanda-tanda Yunus bagi kita yang sangat menunjukkan atau memberikan arti yang sangat mendalam dari seluruh kehidupanNya dan dengan jelas membuktikan bahwa Allah begitu mengasihi seluruh dunia ini. Yunus adalah bapak bagi orang Kristen yang menginginkan manfaat dan berkat pilihan tetapi menolak tanggung jawab atas pemilihan itu.
PERIODE ANTAR- PEJANJIAN
      Terjemahan septuaginta atau terjemahan bahasa Ibrani telah menyusup masuk keseluruh dunia manju dan di jelaskan dalam sinagoge. Sinagoge memainkan peranan sangat penting karena ia menarik bukan saja para proselit atau orang Yahudi yang memperaktekan sepenuhnya seluruh rangkaian kepercayaan dan kebiasaan Yahudi termasuk sunat. Tetapi walaupun ada hubungan ajaran Yahudi sangat bebeda dari Perjanjian Baru tentang kerajaan Allah dan kepercayaan Kristen bahwa Yesus adalah Mesias. Sangat mungkin bahwa Yesus menunjukkan kata-kataNya yang sangat tajam di dalam Matius 23:15 terhadap unsure-unsur perspektif  ini dalam ajaran Yahudi.
      Paulus sama dengan Yesus dalam menegur legalisme Yahudi dn usaha-usahanya dalam memebnarkan diri sendiri dalam Roma 2:17-24. Yesus dan Paulus pada dasarnya tidak sama sekali menentang misi Yahudi kepada misi orang bukan Yahudi. Paulus menganggap pekerjaannya di antara orang bukan Yahudi sebagai lanjutan  dari apa yang telah di mulai oleh orang Yahudi dala diaspora di antara orang bukan Yahudi namun ajaran mereka di tolak. Yesus ketikan Ia melakukan pekerjaanNya Yesus tidak menggunakan tradisi Yahudi akhir sebgai rujukan pendukung meliankan perjanjian Lama itu sendiri.

PERJANJIAN BARU: KITAB MISI DUNIA
      Kitab Perjanjian Baru adalah merupakan kitab misi yang lahir berdasarkan pekerjaan misi gereja Kristen awal baik yahudi maupun Yunani. Ada beberapa hal yang harus kita lihat dalam Perjanjian baru
1.      Yesus adalah Juruselamat Dunia
a.       Kedatangan kerjaan Allah yang serba mencakup
Keselamatan yang akan datang yang telah di persaksikan para datang dan karena itu kabar baik yang telah di nayatakan oleh Yesus Kristus menggambarka suatau kerajaan yang telah datang untuk diriNya sendiri di dalam Yesaya 61, Yesus mengatakan bahwa Roh Tuhan ada padaNya. Yesus menandai awal kerajaan Allah dan memperkenalkan “ tahun rahmat Tuhan”. Dalam Yesus Kristus Allah memperlihatkan bagi manusia karyaNya yang menyelamatkan dan penuh rahmat itu secara lebih langsun dan lebih penting dripada yang sebelumnya.
      Semua Perjanjian Baru berbicara dalam bahasa penggenapan janji. Karya Allah yang penuh dengan rahmat itu sudah nyata bagi semua manusia apabila kita melihat Titus 2:11; Efesus 1:10; Galatia 4:4-5; ibrani 1;1-4. Perjanjian baru juga menengaskan bahwa akhir kerajaan ini masih akan datang. Menurut kitab-kitab Injil kita sekarang telah hidup  di antara kerajaan yang telah datang dan manifestasi akhirnya yang belum datang antara janji Luk. 4:21, dan antisipasi Mat. 24:14.

b.      Cara kedatangan Kerajaan
Yesus menyediakan bantuan yang penting dalam memahami bagaimana kerajaan itu di nyatakan di dalam dunia ini. Dalam Injil Yohanes memberi pemahaman tentang mujizat itu sebagai tanda yang menunjuk pada kerajaan yang sudah dekat dan karakter Agung mesias. Setiap mujizat itu menyatakan kapan dan di manapun kebutuhan dan masalah manusia di tangani dan di atasi dalam nama Allah di situ Allah kerjaan Allah bersinar. Periode antara kenaikan Yesus dan kedatanganNya kembali sebagai Anak Manusia adalah pekerjaan kerasulan Gereja di seluruh dunia.
c.       Yesus dan bukan Orang Yahudi
Pada pertemuan Yesus dengan orang Yahudi untuk sementara Ia membatasi pesanNya untuk domba-domba yang hilang dari umat Israel karena mengetahui bahwa syarat-syarat tertentu harus di penuhi sebelum kabar itu di sampaikan kepada goyim atau orang bukan Yahudi. Orang Israel harus terlebih dahulu untuk mendengar akan kabar itu ( Matius 10:5-14), dan darah Yesus  Kristus sebagai Anak Tunggal Allah harus di tumpahkan untuk penebusan bagi dosa dunia ini ( Markus 10:45; 14:24).
d.      Salib dan Kebangkitan- fondasi misi dunia
Di atas  kayu salib Yesus telah menanggung penderitaanNya sebagai penghakiman Allah yang sehrusnya di jatuhkan kepada orang isreal dan orang bukan Yahudi namun karena kasih sayang Allah yang secara universal kepada umatNya di tanggukan kepada AnakNya yang Tunggal itu. Setelah kebangkitan Nya yang membawah aturan pembebasan yang akan di sebarluaakan unutk menjangkau komunitas dunia bangsa-bangsa. Dengan demikian yang sangat nyata bagi kita bahwa salib dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah dasar bagi upaya untuk melakukan misi dunia. Kabar yang besar ini membawah mandate yang harus di sampaikan kepada semua orang sehingga semua orang akan menjadi percaya akan apa yang telah di perbuat Allah melalui AnakNya untuk melepaskan dunia ini dari hukuman dosa.
2.      Mandat Misioner Dalam Injil Matius
Banyak ahli Perjanjian baru yang mengklaim bahwa sebenarnya injil secara teratur unutk mengajar kepada orang-orang yang baru bertobat mengenai karya dan pribadi Tuhan Yesus, dan tntang kerajaan yang akan datang, serta bagaimana mereka juga menyampaikan kabar itu kepada orang yang lain.
            Injil Matius juga banyak menggunakan Injil Markus sebagai bahan untuk menuliskan kisah-kisah perbutan, dan pelayanan yang di lakukan oleh Yesus Kristus. Namun kita dapat melihat kelebihan daripada Injil Matius ini yaitu mengumpulkan sembilan rangkaian perkataan Yesus Kristus, sehingga Injil Matius dapat kita sebut sebgai buku pegangan untuk melakukan misi.
            Mengenai tanggal penulisan Injil Matius banyak menjadi perdebatan di antra para ahli sehingga ada yang mengklaim kira-kira 75 M, ada juga yang berpendapat bahwa mungkin antara 80 dan 100. Kalau hal ini sesuatu yang sudah benar maka kita bisa memahaminya dengan bahwa Injil dengan sebenarnya merefleksikan sebuah periode gereja perdana ketika orang Yahudi dan Kristen bukan Yahudi dengan semangat yang penuh dan dengan segenap kekuatan untuk memberitakan kabar itu. Sangat jelas kita memahami bahwa Injil ini menyuarakan panggilan yang sangat kuat untuk mengkomunikasikan iman kepercayaan kita di dalam Yesus Kristus yang adalah Sang Mesias yang sudah menyelamatkan manusia baik orang Yahudi maupun bukan orang Yahudi.
                        Pemberitaan Injil kepada Orang Israel
Sepuluh kali Injil Matius menceritakan bagaimana perintah yang telah di berikan oleh Yesus kepada murid-muridNyaunutk di sampaikan kepada orang Israel. Dalam Matius 28:18-20 mencakup tentang Amanat Agung yang di berikan oleh Allah kepada murid-muridNya yang berlaku untuk semua orang yang percaya samapi sekarang ini selama ada waktu agar kita dapat menjdikan semua bangsa menjadi murid Yesus Kristus. Walaupan ada orang yang berpendapat bahwa Matius 10 dan 28 bertentangan namun yang perlu untuk kita pahami dalam hal ini adalah Yesus Kristus datang dan hidup sama seperti kita manusia. Yesus sendiri adalah pembawah kabar kepada Israel yang memanggil gereja untuk melakukan hubungan berkesinambungan dengan umat Tuhan yang lama. Karena itu pasal 10 dan 28 di di dalam Injil Matius bukanlh saling bertentangan tetapi sebaliknya kedua pasal ini saling memperjelas situasi sejarah paad waktu setelah kebangkitan ketikan para murid di panggil untuk trlibat dalam misi. Keduanya memberikan peringatan kepada kita bahwa pintu sekarang terbuka untuk setiap orang.
Amanat Agung Dalam Matius 28
            Hanya Injil Matius yang memuat mandat untuk terlibat dalam penginjilan dunia, merupakan kesalapahaman yang sangat sulit di ubahkan. Tetapi memang bukan hal yang bisa kita ragukan karena ayat-ayat penutup Injil Matius mengungkapkan hal itu dengan panggilan yang sangat jelas.
            Yesus Tuhan yang telh bangkit berdiri di puncak salah satu gunung di Galilea, sepertinya ini adalah puncak untuk menyampaikan KhotbahNya di atas bukit ( Matius 5:1). Sebagai kesan kepada murid-murid ada tiga bagian yang sangat penting yaitu sebagai berikut:
a.       Otoritas Yesus.
 Yesus menyebutkan otoritasNya kedalam bahasa yang meyakinkan kita tentang Kitab Daniel 7:13-14 dan kepada ucapan-ucapan yang di ucapkan oleh Yesus di hadapan Mahkama Agama ( Matius 26:64).
b.      Mandat Yesus yang berkesinambungan untuk Misi.
 Tuhan telah di salibkan dan telah bangkit menyapaikan MandatNya untuk misi. Di anatara kebangkitanNya dan kedanganNya kembali bukan waktu yang kosong tetapi suatu masa di mana perintahNya termasuk dalam proses pemahkotaan ( Filipi 2:5-11). Yesus memberi perintah kepada kita untuk menjadikan semua bangsa muridNya yaitu memotivasi mereka agar mereka berpegang sepenuhnya kepada Tuhan Yesus yang sudah melepaskan manusia sehingga semua orang di tuntut untuk memasuki satu kerajaanNya yang telah Ia sediakan.

c.       Janji Yesus.
Ketika Yesus mengucapkan kata-kata janji penutup bahwa Yesus tidak akan pernah membiarkan kita ketika kita melakukan apa yang menjadi tugas yang Ia sudah percayakan kepada kita. Satu peringatan yang telah Ia berikan kepada muridNya bahwa Yesus akan datang denga cara yang baru. Dalam janjiNya Kristus berjanji bahwa Ia akan bersama-sama dengan jemaatNya selama segala waktuNya. Yesus telah mendesak gerejaNya agar menuntaskan akan tanggung jawab atau panggilan untuk melakukan MisiNya di samping Ia juga membimbing gerejaNya sampai ketujuan yang terakhir yang Ia telah tentukan. Misi Yesus tidak berhenti sampai akhir zaman walaupun metode untuk melakukan misiNya tetapi semuanya tetap sama.

5.      INJIL KERAJAAN
Iman Kristen Yahudi mengungkapkan harapannya dalam memahami tentang kerajaan Allah. Hal ini tidaklah sama dengan mimpi semua penyair Yunani, sebab pengaharapan itu adalah merupakan jantung agama Wahyu. Gagasan tentang kerajaan Allah sacara alkitabiah bermulai dari perjanjian lama yang berpokok pada satu keyakinan bahwa hanya ada satu Allah yang hidup dan yang abadi.
1.      Arti Kerajaan
Dalam hal ini kita dapat mengerti apa sesungguhnya yang menjadi pemahaman yang sebenarnya bahwa kerajaan terdiri dari seorang pemimpin yang telah mengepalai satu bangsa atau satu kerajaan atu dapat juga di katakana seorang ratu yang mengepalai satu kerajaan. Demikianlah dengan hal yang sebenarnya bahwa Kerajaan Allah menunjukkan kepada kita bahwa Allah telah menjadi kepala atas dunia ini.  Kekuasaan sepenuhnya hanya ada pada Allah yang menciptakan dunia itu sendiri dan tidak di biarkanNya tetapi dengan sepenuhnya akan menyelamatkan umatNya dari dunia.
      Kerajaan adalah rakyat yang bermukim dalam wilayah tertentu. Berarti rakyat adalah merupakan perhatian utama yang harus di arahkan oleh pemerintahnya atau rajanya atau ratunya. Allah bukan membiarkan manusia sebagai ciptaanNya yang segambar dengan Dia tetapi Allah begitu memperhatikan manusia sebagai mahkluk yang di beri tugas khusus untuk di laksanakan sebagai bukti bahwa kita taat kepada kepala kita yaitu Allah sendiri yang adalah Kepala dan Raja kita.
      Arti utama kata kerajaan dapat kita mebuktikan dalam pemakaiaannya dalam PL untuk mengambarkan pemerintahan seorang raja. Ezra 8:1 membicarakan kembalinya bangsa Israel dari Babel pada zaman pemerintahan raja Artahsasta. 2 Tawarihk 12:1 menceritakan tentang pendirian kerajaan atau pemerintahan Rehabeam. Daniel 8:23 lebih mengarah kepada akhir kerajaan atau pemerintahan mereka. Tentang kerajaan sebagai pemerintahan bangsa dapat juga di dapatkan dalam ayat-ayat seperti Yeremia 49:34; II Tawarikh 11:17; 12:1; 36:20; 30-31; Ezra 4:5; Nehemia 12:22.
2.      Arti Kerajaan Allah.
 Kerajaan Allah adalah pemerintahan secara umum atau universalNya, dan Allah berdaulat atas seluruh bumi ( Mazmur 145:11. Wilayah kekuasaan peraturan Allah ialah surga dan bumi tetapi ayat ini tidaklah merujuk kepada kekeabdian wilayah tersebut. Pemerintahan Allahlah yang abadi bukan dunia ini. Kerajaan Allah ialah martabatNya sebagai raja, pemerintahanNya, otoritanNya. Kita harus lebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kehendakaNya ( Mat. 6:33). Opjek yang harus kita cari adalah mencari kebenaran Allah, kekuasaanNya, merintahanNya, dan kedaulatanNya dalam kehidupan kita.
3.      Rahasia Kerajaan
Dalam Markus dan Injil Matius pasal 13 memuat perumpamaan tentang rahasia kerajaan Allah ( Mark. 4:11). Perumpamaan adalah cerita yang di ambil dari pengalaman sehari-hari yang di maksudkan untuk menggambarkan kebanaran inti pesan Tuhan. Kebenaran itulah yang di sebut “ rahasia kerajaan”.  Di dalam kitab suci rahasia merupakan konsep teknis yang berarti di ungkapkan ( Roma 16:25-26). Inilah merupakan gagasan alkitabiah tentang rahasia atau misteri : sesuatu di simpan sebagai rahasia selama berabad-abad tetapi sekarang telah di nyatakan.
      Namun dalam rencana penebusanNya Allah telah menyatakan semua ini dengan kitab suci para nabi maksud itu di berikan kepada semua manusia. Rahasia merupakan satu kebijakan Allah yang tersembunyi atas kebijakan Allah selama berabad-abad dalam sebuah karya penebusan Allah.
a.       Perspektif Perjanjian Lama tentang Kerajaan Allah
Paran nabi melihat ke masa depan dimana hari kemenangan kerajaan Allah akan datang ketika Allah mendirikanpemerintahanNya di bumi. Kita harus memahami lebih dalam lagi dan secara mendasar Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah. Allah mendirikan pemerintahan Dia yang akan menggantikan pemerintahan yang lain bahkan otoritas yang lain akan Dia gantikan. Menghancurkan segala kadaulatan yang seraka manusia yang terwujud dalam pemerintahan bangsa-bangsa yang mengusia dunia. Pemerintahan serta kerajaanNya akan menghanyutkan setiap kekuasaan yang menentangNya. Yang menjadi raja pada waktu itu adalah Allah. Kadatangan Kerajaan Allah di lihat sebagai sebuah peristiwa Agung yang Tunggal: manifestasi kekuasaan Allah yang sangat kuat yang akan mengahnyutkan kekuatan kedaulatan manusia yang jahat dan dengan kerajaanNya maka dunia ini akan di penuhi dengan kebenaranNya.
b.      Suatu penyataan baru tentang Kerajaan
Inilah rahasia kerajaan itu yaitu kebenaran yang sekranag telah di nyatakan Allah untuk perma kalinya di nyatakan Allah dalam sejarah penyelamatan. Kerjaan itu akan datang kembali seperti yang telah di nubuatkan Daniel ketika semua kedaulatan manusia akan di gantikan dengan kedaulatan Allah. Namun rahasia  penyataan baru itu adalah bahwa kerajaan Allah itu sekarang sudah datang untuk bekerja di antara manusia tetapi dengan cara yang sama sekali tidak terduga.
            Kapan Kerajaan Itu Akan Datang
Mengenai kapan kerajaan Allah akan datang, ini ,menunjuk kepada manifstasi kerajaan Allah dalam kekuasaan serta kemuliaanNya ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya. Mula-mula Ia menggambarka perjalan zaman ini hingga ke akhir zaman. Zaman kejahatan akan berlangsun hingga kedatanganNya kembali.
Injil Kerajaan
Kita telah menemukan tiga hal dalam Matius 24:14 yaitu pesan, misi, motif. Kabar itu adalah Injil kerajaan, kabar baik tetang Kerajaan Allah. Yang sangat perlu untuk lebih awal untuk kita ketahui bahwa Amanat Agung yang telah di berikan olh Yesus dalam Matius 28:18-20 adalah merupakan perintah yang secara menyeluruh kepada bangsa-bangsa yang terdiri dari satu kerajaan. Dan ketikan Injil itu di sampaikan maka bangsa-bangsa akan turut mengambil bagian dalam satu kerajaan yang kekal yaitu Kerjaan yang membawah keselamatan kepada semua manusia dan bangsa-bangsa. Karena dengan pernyataan Rasul Paulus bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Jadi satu kewajiban bagi kita adalah memberitakan tentang Injil kerajaan yang datang dari Allah.
1.      Kemenangan atas maut
Injil kerajaan Allah ialah penyataan tentang kemengan Yesus Kristus atas maut. Walaupun perwujudan kemengan ini terjadi di masa depan yaitu ketika maut akhirnya di lemparkan kedalam lautan api ( Wahyu 20:14,). Kristus telah mengalahkan maut atau membinasakankannya. Kata Yunani yang sama di gunakan dalam I Kor 15:26 “ musuh yang terakhir, yang di binasakan adalah maut” kata ini juga muncul dalam I Kor. 15:24 “ kemudian tiba kesudahannya yaitu bila mana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan pemerintahan maut.
2.      Kemenagan atas iblis
Lawan kerjaan Allah adalah iblis; Kristuslah yang harus memerintah hingga Ia menemptkan iblis di bawah kakiNya. Adalah satu kemengan yang mengajak kita untuk menantikan kedatangan Kristus. Kerajaan itu membawah kita keluar dari kegelapan menuju kedalam terang Injil yang menyelamatkan Injil dan menyembuhkan. Iblis telah di kalahkan oleh Kristus dan kita telah di bebaskan dari ketakutan terhadap setan dan dari kejahatan iblis, serta kita telah mengenal kemerdekaan yang sangat mulia sebagai anak-anak Allah.
3.      Kemenangan atas dosa
Dosa merupakan salah satu lawan kerajaan Allah. Namun Kristus sudah datang untuk menghapuskan dosa melalui pengorbanan diriNya ( Ibrani 9:26). Kuasa dosa telah di patahkanNy. Pemerintahan Kristus bertujuan “ membinasakan” setiap musuh atau membuat mereka “ kehilangan kuasanya” ( I Kor. 15:24, 26). Sebab itu kita tidak lagi di perbudak oleh dosa ( Roma 6:6). Hari pembebasan dari dosa telah berakhir. Dosa masih ada dalam dunia ini, tetapi kuasanya tidak sama dengan kuasa yang I berikan oleh kepada kita.
            Hakikat Misi kita
            Dalam Matius 24:14 sebuah misi atau pengutusan juga kabar atau pesan. Injil kerajaan ini, kabar baik tentang kemengan Kristus atas musuh-musuh Allah harus di beritakan di seluruh dunia sebagai kesaksian kepada semua bangsa. Inilah misi kita. Matius ini adalah merupakan ayat yang sangat terpenting dalam seluruh Firman Allah unuk memahami makna dan tujuan sejarah manusia.
1.      Makna sejarah Allah
Namun fakta mendasar dalm Firman Allah adalah bahwa Allah telah berfirman. Allah telah bekerja untu keselamatn dalam sejarah; dan tindakan ilahi masih akan mengantarkan sejarah ketujuan yang telah di tentukan sebelumnya secara ilahi.
2.      Maksud ilahi dan bangsa terpilih
Kabar baik Kerajaan Allah harus di beritakan olah Gereja di seluruh dunisa untuk menjadi kesaksian bangsa. Inilah yang menjadi program Allah.


SEBUAH MITIF UNTUK MISI
Pada akhirnya Matius 24:14 mengandung satu motif Agung yaitu suatu janji akan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Satu motivasi bagi kita agar kita menyelesaikan tugas untukNya untuk menginjili selruruh dunia.
a.       Tanggungjawab kita : menyelesaikan tugas itu.
Tuhan telah memeprcayakan sepenuhnya kepad kita untuk kelanjutan dan peyelesaian tugas itu kepada kita. Inilaha yang dapat memotivasi kita. Kita sudah jauh lebih dekat pada penyelesaian misi ini dibandingkan dengan generasimanapun sebelumnya.
b.      Menjadi orang realis yang alkiabiah
Kita telah memiliki kabar yang sangat penuh dengan kuasa yang harus kita bawah ke dunia ini; inilah yang di sebut Injil kerajaan. Walaupun zaman ini ada dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu kekuatan iblis dan kerajaan Allah. Dunia ini merupakan  kanca konflik. Kekuatan si jahat menyerang umat Allah; tetapi injil kerjaan menyerang kerajaan iblis. Pertentangan ini akan berlangsun hingga kesudahan zaman, dan kemenanga terakhir akan di peroleh oleh kedatangan Kristus kembali. Kita adalah orang realis, realis alkitabiah, yang mengakui kekuasaan kejahatan yang mengerikan namun kita melakukan misi unutk membertakan injil dunia untuk memperoleh kemenangan demi kerajaan Allah samapi kedatangan Yesus dalam kemualiaanNya untuk menuntaskan kemenangan terakhir dan yang sangat besar itu. Inilah yang merupakan motif misi kita. Kemenangan terakhir menunggu penuntasan tugas misi kita, dan sesudah itu barulah tiba akan kesudahannya.
6.      BAGAIMANA JIKA INJIL ADALAH KABAR BAIK KERAJAAN?
Perbedaan interpretasi atas bagian tertentu di akibatkan karena pemehaman yang sangat jauh berbeda secara fundamental tentang kerajaaan. Gereja katolik pada abad pertenganhan cenderung menyamakan kerajaan dengan gereja  institusional yang terlihat.
            Pada ekstrim lainnya , ada penginjil pada abad ke -20 yang mengerti kerajaan secara luas sebagia satu bukti spritual batin dalam jiwa setiap individu yang percaya.
a.       Sentralitas Kerajaan
Menurut Markus, kerajaan adalah kesimpulan yang sangat baik dri seluruh injilnya. Setelah Yohanes di tangkap maka datanglah Yesus ke Galilea menyampaikan kabar tentang Injil Allah, kataNya “ Saat telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” ( Markus 1:14-15). Di sini dengan terus terang Yesus menegaskan misiNya sendiri: “ Di kota-kota lain juga Aku harus meberitakan Injil kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku di utus” ( Luk. 4:43). Yang menjadi kejelasan utama dalam Yesus adalah bahwa pemberitaan dan peragaan kerajaan itu merupkn inti pesan dlam kehidupanNya.
b.      Memasuki Kerajaan
Ajaran Yesus jauh berbeda dengan ajaran-ajaran orang pada zamanNya. Orang-orang Farisi percaya bahwa Mesias akan datang kalau semua orang  Yahudi menaati hukum dengan sempurna selama sehari. Seperti kaum revolusoner yang sangat radaikal pada zaman itu berpikir bahwa mesias akan datang kalau semua orang Yahudi bersekutu dalam pemberontakan bersenjata melawan imperialisme. Cara Yesus sangat berbeda secara radikal. Kerajaan itu datang semata-mata sebagai anugrah. Kita memasukinya bukan karena perbuatan baik kita atau suatu rekayasa sosial tetapi hanya kalau kita melakukan bertobat dan menerimah pengampunan Allah sehingga kita dapat memasukinya ( Luk 18:9-14; Mat. 18:3).
c.       Kerajaan Menjadi Nyata
Yesus mendirikan sebuah persekutuan yang baru yang tediri dari para pengikut yang di ampuni dan yang mengampuni, dan yang menetang kejahatan status quo. Pada peristiwah Zakeus yang melmbangkan masyarakat baru Yesus yang terdiri dari orang berdosa yang telah di ampuni. Orang Roma menyebut bahwa Zakeus adalah seorang penindas yang sangat kaya raya dan orang yang di kucilkan serta di anggap hina oleh masyarakat namun penerimaan yang dan pengampunan yang mengherankan dari Yesus sangat meliputi dirinya. Dengan rasa syukur, ia menawarkn kasih kepada orang lain, dengan mengembalikan empat kali lipat untuk pengutan yang tidak semestinya dan memberikan setengah dari miliknya kepada orang-orang miskin ( Luk. 19:2-10).
d.      Komunitas Yang Menggelisahkan
Yesus sangat mencela kemunafikan dan mengecam kepemimpianan agama. Tetapi Yesus juga mengkritik kemampanan ekonomi, menjungkirbalikan nilai-nilai sosial dan kebiasaan mengenai perempuan, dan menetang kemimpinan politik. Itu karena Yesus tahu bahwa betapa baiknya kebudayaan dan peradaban yang di inginkan sang pencipta maka Yesus menantang masyarakat sekitar dimanapun dosa mengakibatkan kerusakan.
PENTINGNYA REDEFENISI ATAS KERAJAAN
Mengatakan Injil sebgai kabar yang baik Kerajaan dan bukan sekedar baik pengampunan atau kabar yang baik penyelamatan pribadi yang memiliki arti yang sangat besar.
      Kerajaan Yesus sangat jelas polistik dalam segala hal. Syukur kepada Allah bahwa Ia telah membawah pengampunan dari Allah dan penyucian pribadi serta batin dalam kekuasaan Roh. Pempeberitaan sepenuhnya mengenai kabar baik kerajaan Yesus hanya mungkin lewat kata , dan perbuatan, melalui penyataan, mujizat, tindakan dan belas kasihan keadilan, dan peragaan khidupan Yesus sebgai teladan.
Ada beberapa penyataan yang merangkum makna kabar baik kerajaan Yesus secara komprehensif dan olistik, dan satu di antaranya adalah penyataan dari kongres Lausanne tentang penginjilan dunia yaitu:
Injil ( evangel) adalah Kabar baik Allah dalm Yesus Kristus ( Injil adalah Kabar Baik tentang pemerintahan yang di nyatakan dan di wujudkanNya); tentang misi kasih Allah untuk memulihkan dunia ini kekeutuhan melalui salib Kristus dan melalui Dia saja; tentang kemenganNya atas kuasa-kuasa kegelapan yang menghancurkan dan mematikan; tentang keTuhananNya atas seluruh jagad raya; Injil adalah kabar yang baik tentang sebuah ciptaan yang baru atas kemanusiaan baru, sebuah kelahiran baru melalui Dia oleh RohNya yang memberikan kehidupan; tentang karunia pemerintahan mesianik yan g terdapat pada diriNya dn di perantarai melalui Dia oleh RohNya; tentang komunitas karismatik yang di beri kuasa untuk mewujudkan pemerintahan keselamatan dan sekarang di hadapan seluruh ciptaan.
7.      YESUS DAN BANGSA BUKAN YAHUDI
1.      Kitab Maleakhi dan Injil Matius
Dalam Alkitab yang kita gunakan Injil Matius menyusul langsun setelah kitab Maleakhi, dan memang itu sangat tepat. Keempat pasal kitab Maleakhi yang sangat singkat itu merupakan pengaduan bangsa Israel yang tidak henti-hentinya di berikan peringatan mengenai hari penghakiman yang sudah dekat yang sudah di umumkan oleh seorang pendahulu dan kemudian di lembagakan oleh para pemberita perjanjian, yang akan datang tiba-tiba ke bait suci dan meremikan era baru, bukan hanya untuk bangsa Isreal, tetapi untuk seluruh dunia.
      Penghakiman yang akan datang itu akan di sebut “ hari Tuhan”. Penghakiman itu akan sangat keras kususnya kepada bangsa Israel serta para pemimpinnya kaream dosa-dosa khusus yang tercelah: kepura-puraan dan kemunafikan dalam penyembahan ( Mal. 1:7-14); ketidak adilan sosial ( Mal. 2:10); praktek agama kafir ( Mal. 2:11); perceraian ( Mal. 2:16); tidak membrikan persepuluhan ( Mal. 3:8-10).
      Kata kunci di sini di suarakan dalam Maleakhi 1:10-11. Allah sangat peduli agar Dia di agungkan di antara bangsa-bangsa, yang siap bertindak, demikian Maleakhi meperingatkan. Inilah yang di maksud dengan menutup Perjanjian Lama dan membuka Perjanjian baru. Penghakiman harus di mulai dari rumah Israel kemudian harus di maklumkan kepada semua bangsa. Dengan hal yang sangat penting ini sehingga Yesus memulai pelayananNya. Injil Matius menggenapi kitab Maleakhi!

2.      Anak Manusia
Yesus memperoleh istilah ini dari dua sumber utama : kitab Yehezkel dan Daniel “ Anak manusia” adalah gelar khusus yang di berikan kepada nabi Yehezkiel oleh Allah, dan gelar itu di gunakan sebanyak 87 kali. Di dalam bahasa Ibran: ben Adam, harafiah, “ Anak Adam”, atau “ Anak Umat Manusia”. Pada mulanya kta itu hanya berarti “manusia”, yang di perlawankan dengan Allah, dan mengingatkan Yehzkiel akan satusnya yang rendah.
      Hal yang sangat penting bagi Yesus adalah perikop-perikop mengenai sisa yang luput dan di biarkan hidup Yehezkiel 6:8; hati dan roh yang baru ( Yehezkiel 11:19; 36:26-27); perjanjian baru yang kekal Yehezkiel 37:26; dan janji bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan mengenal Tuhan, Allah Israel ( 37:28; 38:23; 39:7). Semua ini akn di genapi dalam Kristus Yesus yang datang sebagai Anak Manusia.
      Dalam Kitab Daniel istialah itu adalah kata Aram, bar enash, bukan ben Adam, namun memiliki arti yang sama dengan enash adalah kat untuk umat manusia secara umum atau untuk orang laki-laki perorangan. Yesuspun sudah mengetahui bahwa hal itu akan terjadi setelah penderitaan dan pemuliaanNya. Yesus mengklaim diriNya tentang gelar itu untuk diriNya sendiri, mndntifikasi diriNya sendiri, bukan dengan orang  Ibrani atau bangsa Yahudi dengan cara yang ekslusif, melainkan dengan seluruh bangsa manusia, dengan seluruh keluarga umat manusia. Ia tahu bahwa DiriNya adalah Anak manusia dan hamba yang menderita.

3.      Sejak Semula
Visi mengenai kerajaan yang secara umum telah kita lihat bahwa merupakan suatu inti yang tidak akan dapat kita pisahkan sejak dari rencana Yesus sejak permulaan pelayananNya. Satu bukti bahwa salah satu pencobaan di padang gurun menyangkut “ semua kerajaan dunia dengan kemegahannya” ( Mat. 4:8). Sudah meperlihatkan integrasi itu secara yakin kepada kita. Yesus telah merancangkan kekuasaan dunia. ambisiNya untuk memerintah atas segala bangsa itu tidaklah salah. Pencobaan itu adalah upaya jalan pintas ke tujuan yang sangat mulia tersebut: menggunakan metode-metode iblis. Dalam menolak metode iblis, Yesus tidak melepaskan tujuanNya mengenai otoritas atas seluruh dunia, malahan yang di lakukan oleh Yesus adalah Ia telah memilih jalan penderitaan dan penebusan sebgaimana yang telah di perkatakanNya di dalam Kitab suci.
4.      Pertama-tama Orang Yahudi
Kata ini mengungkapkan akan apa yang telah di katakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:16. Dengan jelas di sini Rasul Paulus meberikan satu penekanan bahwa “ Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani.
      Injil Lukas telah menyampaikan isi pemberitaan Injil yang berlangsun kemudian dimana 70 murid lainnya telah mandapat utusan untuk memebritakan injil sacara berdua-dua ( Luk. 10:1).  12 rasul itu adlah secara simbolis telah menjdai wakil atas 12 suku bangsa israel, 70 itu menyimbolakn juga bangsa yang bukan bangsa Yahudi. 12 utusan itu telah di kirim untuk memberi peringatan kepada suku-suku dari bangsa Isreal akan penghakiman yang akan datang. 70 murid yang lain di utus kemudian untuk misi pelatihan dalam perlengkapan pada misi yang terakhir mereka untuk seluruh dunia.
5.      Hubungan Dengan Bangsa bukan Yahudi
Dalam peristiwah tentang bagaiamana seorang perempuan Samaria yang telah datang kepada Yesus dengan satu harapan bahwa anaknya akan di sembuhkan oleh Yesus. Kata-kata Yesus yang menimbulkan teka-teki pada pertama pertemuan itu mengundang banyak diskusi: “ Aku di utus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” ( Mat. 15:24). Hal yang sangat pening disini adalah bahwa Yesus sungguh melayani perempaun yang bukan Yahudi, dan menguji imannya di hadapan murid-muridNya dan orang Yahudi yang telah turut menyaksikannya ( Mat. 15:28).
6.      Minggu Terakhir
Yesus telah membersikan halaman orang yang bukan Yahudi dengan perkataan yang keras: “ RumahKu akan di sebut rumah doa bagi segala bangsa” ( Mrk 11:17). Dengan berdiri dalam Bait Suci Ia telah menegur para imam kepala bahkan kaum Farisi, juga para pejabat-pejabat resmi bangsa Israel, karena telah gagal menjadi pelayan yang baik bagi kebenaran kerajaan yang telah di percayakan kepada umat pilihan, dan menyatakan dengan serius: “ Sebab itu Aku berkata kepadamu bahwa kerajaan Allah akan di ambil daripadamu, dan akan diberikan kepada satu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu” ( Matius 21:43).

8.RASUL PAULUS DAN TUGAS PENGINJILAN
Dalam bagian ini kita akan menelusuri pendekatan Rasul Paulus terhadap tugas penginjilan bangsa-bangsa.
1.      Di panggil menjadi Rasul
Kita percaya bahwa Saul orang Farisi itu, yang kemudian menjadi Rasul Paulus, termasuk orang Yahudi yang sangat fanatik, yang dimana hidupnya telah ia abdikan untuk membawah berkat-berkat hukum Yahudi kepada orang pada zamannya.
            Saulus adalah seorang laki-laki yang muda yang telah menyetujui pembunuhan Stefanus dengan merajam batu ( Kis. 8:1) dan Saulus juga telah menganiaya gereja dengan kejam, bahkan mencoba membinasakannya ( Gal. 1:13). Tetapi dalam perjalanannya ke Damsyik Yesus telah menangkap dia ( Fil 4:12). Kemudian Yessu telah memberikan panggilan ilahi dan hal itu telah menjadi awal bagaimana seorang Yahudi telah mentaati akan panggilan yang telah di berikan oleh Yesus kepadanya. Rasul Paulus telah menerima panggilan Allah dengan segenap hati.
2.      Di persiapkan Untuk Pelayanan Penginjilan
Sangat menarik memperhatikan bahwa Paulus kemudian di utus kembali kelingkungan kampunh halamannya yaitu Tarsus, Siria, serta Kilkia untuk melayani sebelum di terjunkan ke palayanan yang lebih jauh. Allah telah memanggil orang ini, agar di khususkan untuk menjadi pemimpin di masadepan di dalam gerejaNya dan menempatkan di bawah otoritas manusia untuk beberapa lama sebelum ia di berikan oleh Allah pelayanan mandiri di Antiokhia.
3.      Arti Penting kelompok Rasuli
Kelompok Rasuli adalah bahwa para anggotanya telah menganggap diri mereka sebgai utusan Allah kepada dunia yang tidak percaya. Mereka hidup “ terus menerus di bawah paksaan untuk menyebrangi batas antara orang yang telah percaya dan orang yang tidak percaya untuk mengklaim dunia yang belum percaya kepada Yesus Kristus”
4.      Strategi Kelompok Rasuli
a.       Berkunjung ke semua rumah ibadat  Yahudi yang tersebar di seluruh kerajaan Romawi yang di mulai di Asia Kecil.
b.      Menanam rumah-rumah Ibadat mesianik atau jemaat-jemaat setempat di mana pun ia menemukan orang yang mau mendengarkan Injil.
5.      Karunia Roh dan Pelayanan
Kita dapat menyimpulkan bahwa  melalui perintah Rasul Paulus dengan tegas bahwa semua orang kristen “ yang di lahirkan kembali” telah di karuniai “ penyataan Roh untuk kepentingan bersama” ( I Kor. 12:7), ia menyampaikan Amanat Agung Kristus kepada gereja-gereja.
6.      Gereja dan Misi
Gereja memerlukan utusan agar “ Injil kerajaan ini akan di beritakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” ( Matius 24:14).
7.      Strategi Penderitaan. Menggunakan perlengkapan senjata Allah untuk melawan penguasa-penguasa angkasa ( Efesus 6:12).
9.GEREJA DALAM RENCANA ALLAH
1. Tuan dari Sebuah Rumah Tangga Besar
    Ada dua kenyataan yang sangat menonjol pada tiga pasal pertama dalam kitab Efesus yaitu:
a.       Allah mempunyai rencana dan maksud.
b.      Rencana ini mencakup seluruh kosmos atau alam semesta.
Kita perlu juga untuk mengetahui secara khusus dalam Efesus 1:10. Kata dalam bahasa Yunani yang terkadang di terejmahkan sebagai “persiapan” adalah oikonomia, yang berasal dari kata oikos, yang artinya rumah atau rumah tangga.
2.Bukan sekedar Rencana Baru
Rencana Allah adalah untuk menyatukan dan mendamaikan segal sesuatu dalam Kristus supaya manusia dapat kembali melayani penciptannya.  Rencana ini mencakup bukan hanya pendamaian manusia dengan Allah, tetapi juga pendamaian “ segal sesuatu baik yang di sorga maupun yang di bumi” ( Efesus 1:10).
3.Sekarang atau nanti?
Kerajaan Allah ( penyatuan segala sesuatu di dala Kristus), telah hadir di sini sekarang, sedang datang dan akan datang. Inilah satu pelajaran dari perumpamaan Yesus tentang kerajaan.
4.Perspektif alkitabiah
Alasan yang mendasari bagi pandangan alkitabiah tentang gereja yaitu:
a.       Alkitab memandang gereja dalam perspektif kosmik atau historis.
b.      Alkitab melihat gereja dalam arti karismatik dan bukan dalam kelembagaan.
c.       Alkitab melihat gereja sebagai persekutuan umat Allah.
Karena gereja adalah umat Allah, jadi mencakup seluruh umat Allah di segala zaman dan di segala tempat, dan juga mereka yang telah melewati batas ruang waktu dan hidup dalam hadirat Allah. Gereja adalah persekutuan Roh Kudus. Kedua unsur kunci disini adalah gereja sebagai umat, ras atau umat manusia baru, dan gereja sebgai persekutuan atau persudaraan ( koinoni Roh Kudus).
5.Komunitas Umat Allah
Gereja adalah umat bukan sebuah struktur institusional. Gereja nukan sekedar kumpulan orang-orang yang terisolasi, tetapi bahwa gereja memilki hakikat badan atau komunal ( umum), yang secara mudlak bersifat esensial untuk kesejatian keberadaannya. Seluruh gereja adalah sebuah kaum awam, sebuah umat. Penekanannya adalah pada universalitas gereja umat Allah yang tersebar ke seluruh dunia dalam ratusan denominasi, gerakan dan struktur lainnya. Gereja adalah tubuh Kristus, persekutuan Roh Kudus, umat Allah. Gereja adalah persekutuan raja dan alat dalam dunia dalam rencana Allah untuk mendamaikan segala sesuatu.




10. KESIMPULAN